HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Jalan Nasional di Raklunung Lumpuh Diterjang Banjir, Drainase dan Mitigasi Dipertanyakan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 20:37 WIB

50496 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Arus air berwarna cokelat pekat merendam badan Jalan Nasional di kawasan Raklunung dan melumpuhkan aktivitas warga. Genangan yang hampir menutupi roda kendaraan memaksa pengendara roda empat dan roda dua melintas dengan kecepatan rendah di tengah derasnya aliran air yang meluap dari sisi jalan.

Peristiwa tersebut terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan itu selama hampir dua jam tanpa henti. Air yang tidak tertampung saluran drainase meluap dan langsung menutup akses utama yang menghubungkan antarwilayah di Gayo Lues. Dalam rekaman video yang beredar, tampak sebuah mobil hatchback berwarna merah, sejumlah SUV hitam, mobil van putih, hingga pengendara sepeda motor nekat menerobos banjir sambil menimbulkan cipratan tinggi. Seorang warga yang merekam dari bawah kanopi toko menyebut kondisi ini tidak lazim karena jalan yang biasanya memiliki dua lajur itu kini tidak terlihat batasnya akibat tertutup air.

Apa yang terjadi di Raklunung bukan sekadar fenomena cuaca, melainkan potret rapuhnya infrastruktur jalan nasional. Mengapa jalan berstatus nasional bisa dengan mudah tergenang hanya karena hujan dua jam? Di mana sistem drainase yang seharusnya mampu menampung debit air hujan di kawasan yang sudah lama dikenal rawan? Pertanyaan itu yang kini mengemuka di tengah warga yang terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait langkah penanganan darurat maupun rencana normalisasi saluran air di titik tersebut. Warga hanya bisa saling mengingatkan untuk berhati-hati dan berharap banjir segera surut. Padahal, kejadian serupa berpotensi terus berulang jika tidak ada evaluasi serius terhadap kapasitas drainase, pembersihan sedimentasi, dan perencanaan tata air di sepanjang koridor jalan nasional.

Banjir yang melanda kawasan tersebut pada 26 September 2026 ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah dan instansi terkait. Jalan nasional bukan hanya jalur transportasi, melainkan urat nadi ekonomi masyarakat Gayo Lues. Ketika satu ruas lumpuh karena banjir, distribusi logistik, mobilitas warga, hingga akses layanan publik ikut terhambat. Tanpa mitigasi yang konkret dan pemeliharaan infrastruktur yang konsisten, warga akan terus menjadi korban dari persoalan yang sama setiap musim hujan datang. (*)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat
Pemkab Gayo Lues Ikuti Rakor Rehabilitasi Faskes Pascabencana Sumatera, 867 Puskesmas Kembali Beroperasi
Dinkes Gayo Lues Imbau Warga Waspada ISPA, Minta Pakai Masker dan Batasi Aktivitas Luar Rumah
Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat
Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria, Sita 0,14 Gram Sabu

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru