Irmawan Tegaskan Pentingnya Pemulihan Fasilitas Kesehatan Pascabencana, Desak Pemerintah Percepat Layanan Medis di Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 23:17 WIB

50394 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan Aceh, Irmawan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas masih banyaknya fasilitas kesehatan yang belum dapat beroperasi secara normal pascabanjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera dua pekan lalu. Salah satu fasilitas kesehatan yang menjadi perhatian adalah RSU Muhammad Ali Kasim di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang hingga Senin (8/12/2025) masih belum kembali memberikan pelayanan medis secara optimal.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi fasilitas kesehatan yang lumpuh akibat bencana. Pelayanan kesehatan di RSU Muhammad Ali Kasim masih belum maksimal karena banyak area terendam lumpur tebal. Obat-obatan rusak, alat kesehatan tertutup lumpur, dan tenaga kesehatan kewalahan. Kami meminta pemerintah mempercepat pengiriman bantuan, baik obat-obatan, tenaga medis tambahan, maupun tim pembersih untuk memulihkan operasional rumah sakit,” ujar Irmawan.

Menurutnya, rumah sakit merupakan infrastruktur esensial dalam sistem pelayanan publik, terutama di tengah situasi darurat seperti ini. Ketika rumah sakit lumpuh, akses terhadap layanan kesehatan ikut terhenti, padahal beban pelayanan justru meningkat tajam akibat banyaknya korban luka dan penyakit pascabencana. Ia mencontohkan RSUD Aceh Tamiang yang juga sempat tidak berfungsi, namun telah berhasil memulihkan sebagian layanan, termasuk instalasi gawat darurat (IGD) dan farmasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data terakhir pada Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor yang dirilis pada Senin (8/12/2025) menunjukkan bahwa sedikitnya 199 fasilitas kesehatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami kerusakan. Bencana tersebut telah menyebabkan 929 korban jiwa, 274 orang masih hilang, dan sekitar 5.000 lainnya terluka.

“Ribuan korban luka sangat membutuhkan perawatan. Infus, perban, kasur pasien, hingga alat-alat medis dasar sangat mendesak untuk segera didistribusikan,” jelas Irmawan.

Selain obat-obatan dan tenaga medis, Irmawan memberi perhatian serius pada kebutuhan akan air bersih yang sangat penting untuk menunjang layanan medis. Ia menegaskan bahwa air bersih bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga penting dalam proses pelayanan kesehatan. Mulai dari sterilisasi peralatan, perawatan luka, kebersihan ruang perawatan, hingga sanitasi bagi tenaga medis, semuanya bergantung pada ketersediaan air bersih.

“Air bersih adalah bagian dari pelayanan medis. Tanpa itu, risiko infeksi semakin tinggi, terutama bagi pasien luka akibat banjir dan longsor. Pemerintah perlu memastikan suplai air bersih darurat melalui mobil tangki atau instalasi sementara,” ujarnya.

Dalam situasi pascabencana, menurut Irmawan, masyarakat juga sangat rentan terhadap berbagai penyakit menular. Kondisi lingkungan yang belum pulih, tempat pengungsian yang penuh sesak, serta keterbatasan fasilitas membuat penyakit seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare, penyakit kulit, dan infeksi lainnya rentan menyebar.

Dengan kondisi ini, ia mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan penanganan kesehatan secara menyeluruh dan terkoordinasi. Upaya tersebut mencakup pengiriman obat-obatan dan peralatan medis secara merata, pemulihan fasilitas rusak, serta penguatan sistem layanan kesehatan bergerak di wilayah terpencil.

Irmawan pun mengingatkan pentingnya memberikan perhatian lebih kepada tenaga medis yang berada di garis depan penanganan. Ia menyampaikan bahwa banyak di antara mereka juga terdampak bencana secara langsung. Mereka bekerja dalam keterbatasan, dengan beban tinggi dan kebutuhan pribadi yang belum terpenuhi.

“Tenaga kesehatan adalah garda depan. Mereka juga terdampak, kelelahan, dan membutuhkan dukungan, baik fasilitas kesehatan, asupan makanan, maupun kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah harus memastikan mereka bekerja dalam kondisi yang layak,” pungkas Irmawan.

Dengan percepatan pemulihan layanan medis, ia berharap masyarakat di wilayah terdampak dapat segera memperoleh kembali hak dasarnya atas kesehatan dan keselamatan. Irmawan juga menyatakan bahwa pemulihan fasilitas kesehatan tidak bisa ditunda dan harus menjadi bagian dari prioritas utama dalam upaya tanggap darurat bencana. (RED)

Berita Terkait

Senny Marbun Terpilih sebagai Presiden APSF 2026–2030, Siap Perkuat Kemajuan Olahraga Disabilitas Asia Tenggara
Layanan Pertanahan Jadi Lebih Dekat dengan Sentuh Tanahku dan PELATARAN, Ubah Persepsi Masyarakat Soal BPN
Kejaksaan Agung Ungkap Modus Mark Up Pengadaan Motor Listrik dalam Kasus Korupsi Program MBG
Empat Anggota Bais TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
PFI Peringatkan Ancaman Penyalahgunaan Yayasan dalam Dugaan Korupsi Program MBG
Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia
DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:59 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe

Senin, 8 Juni 2026 - 20:39 WIB

Pemkab Aceh Tenggara Cairkan Gaji ke-13 ASN Rp25,24 Miliar Jelang HUT ke-52 Aceh Tenggara

Senin, 8 Juni 2026 - 16:15 WIB

Laboratorium Komputer SD Muara Situlen Agara Beralih Fungsi jadi Gudang Proyek Revitalisasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:34 WIB

Oknum Kepala SMA Negeri 1 Badar Agara Diduga Korupsi Dana Bos dan Pungli Persiswa Ratusan Ribu.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Berita Terbaru

REGIONAL

PW IWO Aceh dan PD IWO Abdya Pererat Sinergi Jelang Rakerwil

Selasa, 9 Jun 2026 - 23:32 WIB