KUTACANE | Kondisi memprihatinkan kembali terjadi di ruas Jalan Nasional yang melintasi Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. Akses transportasi utama yang menghubungkan wilayah tersebut menuju Medan, Sumatera Utara, hingga kini masih terputus akibat genangan banjir yang merendam badan jalan. Bencana luapan air ini diketahui telah merendam kawasan tersebut sejak Senin, 21 September 2026, dan hingga Selasa, 22 September 2026, kondisi air belum juga surut sepenuhnya.
Genangan air yang menutup badan jalan tidak hanya memicu kemacetan panjang, tetapi juga membahayakan para pengendara karena banyaknya material bebatuan yang terbawa arus dan tersembunyi di bawah genangan. Masyarakat setempat mengungkapkan bahwa banjir di titik tersebut merupakan persoalan musiman yang terus berulang tanpa adanya solusi fundamental dari pemerintah. Pengendara dan warga menilai bahwa keberadaan jembatan yang terlalu rendah menjadi biang keladi utama, karena struktur tersebut tidak mampu menampung volume air saat debit Sungai Air Tuban meningkat secara drastis.
Ketidakmampuan kapasitas jembatan dalam menahan aliran sungai menyebabkan air dengan mudah meluap ke badan jalan nasional hingga merambah ke pemukiman penduduk di sekitarnya. Kondisi infrastruktur yang dinilai tidak memadai ini memicu desakan dari masyarakat agar pemerintah segera melakukan langkah konkret. Opsi pembangunan jembatan darurat dengan rangka baja atau jembatan Bailey dianggap sebagai langkah mendesak untuk menjaga mobilitas warga. Selain perbaikan jembatan, warga juga menuntut pembenahan mendalam pada kondisi Sungai Air Tuban, khususnya di titik-titik rawan jebol yang sering menjadi sumber petaka bagi masyarakat sekitar saat musim penghujan tiba. (*)








































