JAKARTA, 1 September 2026 – Ketua DPP Grib Jaya, Hercules Rozario Marshall, angkat bicara merespons upaya provokasi yang belakangan ini diduga sengaja membenturkan kelompoknya dengan para pengemudi ojek daring (ojol). Hercules menegaskan bahwa ia tidak akan tinggal diam terhadap pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan pengemudi ojol untuk melakukan tindakan anarkis atau penggerudukan ke kediaman maupun kantornya.
Hercules memastikan bahwa selama ini keluarganya serta organisasi yang ia pimpin memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan para pengemudi ojol. Ia bahkan menyebut bahwa rumah pribadinya kerap menjadi tempat beristirahat atau pangkalan bagi para pengemudi ojol yang mencari nafkah di sekitar wilayah tersebut. Oleh karena itu, ia meyakini bahwa pengemudi ojol yang memiliki niat baik tidak akan melakukan tindakan provokatif yang merugikan dirinya.
Lebih lanjut, Hercules menyoroti adanya pola provokasi di mana kelompok tertentu diduga mengarahkan pengemudi ojol untuk menyerbu fasilitas publik maupun properti pribadi, serupa dengan aksi demonstrasi ke kantor pemerintahan atau aparat keamanan. Ia dengan tegas memperingatkan para provokator agar tidak mengorbankan pengemudi ojol yang hanya mencari nafkah demi kepentingan politik atau agenda pribadi pihak tertentu.
Dalam pernyataannya, Hercules menjamin akan menyambut dengan tangan terbuka setiap pengemudi ojol yang datang dengan niat baik dan etika yang sopan. Namun, ia memberikan ultimatum keras bagi pihak manapun yang datang dengan niat merusak atau membawa ancaman. Ia menegaskan akan menempuh jalur hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia sebagai respons terhadap segala bentuk tindakan melawan hukum.
Hercules juga mengajak masyarakat di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur untuk tetap waspada dan menjaga keamanan lingkungan masing-masing dari potensi provokasi orang-orang bayaran yang mengatasnamakan tokoh masyarakat atau kelompok ojol. Ia menutup pernyataannya dengan menyatakan dukungan penuh kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. (*)








































