slot preparation.lsrs.lu

Dugaan Mafia Tanah di Kementerian ATR/BPN, Mahfud MD: Hampir Mustahil Menteri Tidak Tahu!

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 00:58 WIB

50201 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 19 September 2026 – Kasus suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) yang menyeret sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kini menjadi sorotan tajam publik. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menegaskan bahwa sangat mustahil pimpinan tertinggi di kementerian tersebut luput dari informasi terkait praktik transaksional masif yang terjadi di bawah jajarannya.

Kritik keras ini mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga pejabat eselon 1 serta empat orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai tersangka. Operasi tangkap tangan tersebut berhasil mengamankan barang bukti dengan nilai fantastis, yakni mencapai Rp106 miliar. Mahfud menilai keterlibatan orang-orang dekat menteri dalam struktur yang terorganisir ini menjadi indikasi kuat adanya sistem korupsi yang terstruktur dan masif.

Menurut Mahfud, nama Nusron Wahid sendiri telah beberapa kali disebut dalam fakta persidangan maupun oleh saksi terkait dugaan penerimaan dana ilegal, termasuk pengakuan dari pihak yang mengklaim telah menyerahkan uang sebesar 1 juta dolar AS. Meskipun belum ada pernyataan resmi mengenai pemanggilan menteri oleh lembaga antirasuah, Mahfud menyoroti adanya kecenderungan KPK yang tampak ragu atau ‘jerih’ untuk menyentuh pejabat politik. Keengganan ini, menurutnya, justru menambah spekulasi negatif di mata masyarakat dan memperpanjang daftar pertanyaan gelap mengenai penegakan hukum yang tidak pandang bulu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Mahfud mendesak Presiden untuk memberikan dukungan moral dan izin tegas kepada penegak hukum guna menuntaskan perkara ini hingga ke akar-akarnya. Dari sisi etika politik dan aturan administratif, ia menyarankan agar yang bersangkutan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri. Langkah ini dianggap perlu guna menghindari hambatan psikologis dalam proses penyidikan serta menjaga muruah kementerian yang selama ini kerap diidentifikasi sebagai salah satu sentra korupsi di Indonesia. Mahfud menekankan bahwa mafia pertanahan memiliki kemampuan infiltrasi yang kuat, sehingga transparansi dan keberanian KPK dalam mengungkap keterlibatan pimpinan tertinggi menjadi taruhan bagi kredibilitas hukum di tanah air.

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru