SUKA MAKMUE — Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian di wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Salah satu langkah nyata dilakukan melalui penyerahan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati Raja Sayang, menyerahkan bantuan Alsintan Tahun 2026 tersebut kepada kelompok tani terdampak bencana.
Penyerahan berlangsung di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Selasa (6/10/2026).
Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pertanian itu terdiri atas 17 unit hand tractor dan 4 unit mesin perontok padi.
Bupati Nagan Raya yang akrab disapa TRK menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat, khususnya petani, agar dapat kembali menjalankan aktivitas pertanian setelah wilayah Beutong Ateuh Banggalang terdampak bencana.
Menurut TRK, sektor pertanian memiliki peran strategis bagi daerah.
Selain menjadi penopang ketahanan pangan, pertanian juga merupakan sumber mata pencaharian masyarakat sekaligus salah satu penggerak perekonomian daerah.
“Pertanian tidak hanya berkaitan dengan penyediaan pangan, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian masyarakat dan penggerak perekonomian daerah,” ujar TRK.
Ia berharap dukungan Alsintan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani sehingga proses pemulihan aktivitas pertanian dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita terus berupaya agar Beutong Ateuh ini segera pulih,” harapnya.
Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur
Selain memberikan dukungan terhadap sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya juga terus mendorong percepatan pemulihan berbagai infrastruktur yang terdampak bencana di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
TRK menyebutkan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak, normalisasi sungai, perbaikan jaringan irigasi, hingga pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana.
“Untuk hal ini, sumber anggaran dan pelaksanaannya ada di pemerintah pusat. Karena itu, kita terus berkoordinasi dan mendorong agar penanganannya dapat dipercepat,” jelasnya.
TRK juga mengajak masyarakat Beutong Ateuh Banggalang untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif selama proses pemulihan berlangsung.
Ia meminta masyarakat tetap menjaga persatuan, kekompakan, persaudaraan, dan kebersamaan serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang dapat mengganggu proses pemulihan pascabencana.
“Saya mengimbau masyarakat Beutong Ateuh Banggalang untuk tetap menjaga kekompakan, persaudaraan, dan kebersamaan. Jangan mudah terprovokasi,” tegasnya.
97,5 Hektare Lahan Pertanian Terdampak
Sementara itu, Kepala DTPHP Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., dalam laporannya menjelaskan bahwa bantuan Alsintan tersebut merupakan bentuk dukungan Kementerian Pertanian untuk membantu kelompok tani memulihkan kembali kegiatan pertanian di wilayah terdampak bencana.
Menurut Marzuki, bantuan tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dengan Kementerian Pertanian.
“Alhamdulillah, ini merupakan hasil komunikasi langsung Bapak Bupati dengan pihak kementerian,” kata Marzuki.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan DTPHP Kabupaten Nagan Raya, sekitar 97,5 hektare lahan pertanian di Beutong Ateuh Banggalang terdampak bencana.
Dari jumlah tersebut, sekitar 43 hektare mengalami kerusakan berat, sementara sekitar 54,5 hektare lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan.
Untuk lahan yang mengalami kerusakan sedang dan ringan, kata Marzuki, pemerintah akan melakukan penanganan melalui program rehabilitasi lahan sawah dari Kementerian Pertanian.
“Untuk lahan yang mengalami kerusakan sedang dan ringan, akan segera kami tangani melalui program rehabilitasi lahan sawah dari Kementerian Pertanian. Saat ini kami dalam proses kontrak dengan kelompok tani,” jelasnya.
Penyerahan Alsintan ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam mempercepat bangkitnya kembali aktivitas pertanian masyarakat Beutong Ateuh Banggalang.
Dengan dukungan sarana dan prasarana pertanian yang memadai, para petani diharapkan dapat kembali mengolah lahan secara optimal dan secara bertahap memulihkan produktivitas pertanian pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat, memperkuat sektor pertanian, serta mendorong percepatan pemulihan wilayah terdampak agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal dan perekonomian daerah terus tumbuh. (*)









































