Aceh Tenggara – Baranews
Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, SE, MM, Sabtu (13/12/2025), memantau langsung proses penanganan ruas Jalan nasional yang putus di kawasan Rumah Bundar, Kutacane. Penanganan tersebut dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) 3.5 akibat dampak banjir Sungai Alas dan banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, beberapa waktu lalu.
Bupati Aceh Tenggara H. Muhammad Salim Fakhry hadir didampingi Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny Febrian Roza, Dandim 0108/Agara, Ketua TP PKK Hj. Nurjanah Salim Fakhry, Kabag Kesra Setdakab Hj. dr. Irawati Desky, Sekda Yusrizal, Staf Ahli Bupati, Kepala Badan Keuangan Daerah H. Selamat Syukur Karo-karo, Kadis Sosial Bahagia Wati, Kalaksa BPBD Mohd. Asbi, ST, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Kadis Perkimtan, serta sejumlah pejabat penting lainnya.
Pihak BPJN 3.5 bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus berjibaku menembus akses jalan menuju wilayah terisolir. Bupati Aceh Tenggara menyampaikan bahwa dari Desa Simpur Jaya saat ini telah dikerahkan empat unit alat berat untuk membendung aliran Sungai Alas agar air dapat dialihkan, sehingga proses pembukaan badan jalan dapat dilakukan dan minimal bisa dilalui kendaraan roda empat.
Oleh karena itu, Bupati menegaskan bahwa dirinya terus berkoordinasi intensif dengan PPK BPJN 3.5 Jaya Yuliadi, ST. “Mereka sudah beberapa hari bekerja. Saat ini di Rumah Bundar terdapat empat unit Excavator, satu di Simpur Jaya, satu di Ketambe, serta satu unit loader. Target kita jalan tembus besok, namun hujan kembali turun tadi malam sehingga sedikit terkendala. Alhamdulillah, beberapa titik jalan putus di Kecamatan Ketambe saat ini sudah bisa dilalui meski bersifat darurat. Mudah-mudahan dalam dua hari ke depan ruas jalan nasional ini sudah benar-benar tembus ke Rumah Bundar dan dapat dilalui kendaraan,” ujarnya.
Selanjutnya, Bupati beserta rombongan menyambangi warga yang berada di posko pengungsian Desa Simpur Jaya. Dengan penuh empati, Bupati menyapa para pengungsi satu per satu serta mendengarkan secara langsung berbagai keluhan dan kebutuhan masyarakat, mulai dari kehilangan tempat tinggal, keterbatasan akses air bersih, hingga pelayanan kesehatan.
Sementara itu, sejumlah warga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Bupati yang dinilai memberi harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana. Kehadiran Bupati di tengah para pengungsi menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir dan bergerak cepat dalam menjamin keselamatan rakyat, serta memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, layanan kesehatan, dan tempat berlindung tetap terpenuhi.
(Redaksi)









































