slot preparation.lsrs.lu

Bunda PAUD Gayo Lues Sosialisasikan Wajib Belajar 13 Tahun Hingga ke Desa-Desa

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 22:35 WIB

50752 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLANGKEJEREN, BARANEWS — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus mendorong percepatan pelaksanaan program Wajib Belajar 13 Tahun dengan langkah aktif di tingkat desa. Melalui sosialisasi langsung, Bunda PAUD Gayo Lues, Rita Elviani, mengunjungi Desa Sangir dan Desa Badak Uken di Kecamatan Dabun Gelang, Rabu (15/10/2025), guna menyampaikan pentingnya pendidikan pra-sekolah bagi anak-anak sebelum memasuki Sekolah Dasar (SD).

Dalam pertemuan bersama para orang tua dan tenaga pendidik PAUD, Rita Elviani menekankan bahwa pendidikan usia dini merupakan fondasi penting yang tidak dapat diabaikan. Menurutnya, anak-anak perlu terlebih dahulu dibimbing melalui proses belajar sambil bermain di PAUD agar lebih siap secara mental dan emosional menghadapi jenjang pendidikan formal.

“Di PAUD, anak-anak kita diperkenalkan dengan huruf, warna, dan kegiatan belajar lainnya lewat pendekatan bermain. Ini membuat mereka tidak terkejut atau merasa asing saat memasuki SD,” ujar Rita dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengingatkan bahwa memasukkan anak ke PAUD sejak dini dapat memperkuat kemandirian mereka. Dengan pengalaman bersosialisasi di PAUD, anak-anak tidak lagi bergantung penuh pada kehadiran orang tua saat memulai sekolah. Ini, lanjutnya, menjadi langkah awal menciptakan siswa yang tangguh dan percaya diri sejak usia dini.

Lebih lanjut, Bunda PAUD memaparkan bahwa mulai tahun 2027, pendidikan pra-sekolah akan menjadi bagian dari kebijakan wajib belajar di Indonesia. Satu tahun pendidikan PAUD akan menjadi syarat bagi anak untuk bisa mendaftar ke jenjang SD.

“Kalau dulu kita mengenal wajib belajar 12 tahun, sekarang menjadi 13 tahun. Pendidikan PAUD selama satu tahun akan menjadi prasyarat sebelum masuk SD. Jadi ibu-ibu, jangan sampai anak kita melewatkan masa penting ini,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Gayo Lues, Dra. Juraida, MM, menjelaskan bahwa program ini telah menjadi kebijakan nasional yang kini ditindaklanjuti di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sendiri telah mengesahkan peraturan bupati (Perbub) tentang Wajib Belajar 13 Tahun pada 2025.

“Ini bukan hanya program dinas, tetapi sudah menjadi program nasional yang kita implementasikan dalam bentuk peraturan daerah. Bapak Bupati telah menerbitkan Perbub-nya sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program ini,” jelas Juraida.

Ia menambahkan, melalui regulasi tersebut, pemerintah daerah memiliki dasar hukum untuk memperluas jangkauan layanan PAUD dan memastikan bahwa setiap anak di Gayo Lues memperoleh pendidikan sejak usia dini. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis menuju pencapaian mutu SDM yang lebih baik.

Sosialisasi yang digelar di desa ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk menanamkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan usia dini bagi tumbuh kembang anak. Dengan dukungan orang tua, pemerintah desa, dan tenaga pendidik, diharapkan program wajib belajar 13 tahun dapat berjalan optimal.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Jika kita ingin masa depan yang cerah, maka pendidikan sejak dini adalah kuncinya. Mari kita wujudkan bersama,” pungkas Bunda PAUD Rita Elviani. (ABDIANSYAH)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru