GAYO LUES, 12 Oktober 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues, Aceh, merencanakan pekerjaan normalisasi Sungai Aih Bobo di Kecamatan Dabun Gelang yang dijadwalkan mulai sekitar 19 Oktober 2026. Penanganan ini direncanakan melalui bantuan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) dan Satgas PRR.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gayo Lues, Muhaimini, yang dikonfirmasi di lokasi jembatan Aih Bobo, mengatakan normalisasi tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan luapan sungai yang berulang kali merusak akses masyarakat sejak banjir besar pada akhir 2025.
Menurut Muhaimini, akses di kawasan tersebut sudah beberapa kali diperbaiki. Namun, luapan sungai kembali menghantam jembatan sehingga masyarakat terpaksa menggunakan jalur darurat. Kondisi ini turut menyulitkan warga yang hendak menuju Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim (RSUMAK).
Kondisi sulitnya akses terlihat ketika sejumlah warga bergotong royong mengusung pasien menggunakan tandu untuk melewati jalur tersebut.
Muhaimini mengatakan BPBD terus berupaya membantu penanganan akses masyarakat di tengah kondisi cuaca yang belum stabil. Melalui rencana normalisasi dengan dukungan bantuan Presiden melalui Mendagri dan Satgas PRR, diharapkan dampak luapan sungai terhadap akses masyarakat dapat dikurangi.
Abd Hadi, salah seorang pengendara sepeda motor, mengapresiasi pemerintah dan BPBD yang selama ini terus membantu memperbaiki akses masyarakat meskipun penanganannya masih bersifat darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan pihak BPBD yang selalu hadir membantu memperbaiki akses kami. Kami berharap normalisasi sungai ini berjalan lancar sehingga masyarakat bisa melintas dengan lebih aman dan tidak terus-menerus terganggu ketika sungai meluap,” ujar Abd Hadi.
Muhaimini juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat bepergian. Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Gayo Lues masih rawan longsor akibat hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut.
Ia meminta masyarakat mencari informasi terkini mengenai kondisi jalan sebelum melakukan perjalanan, terutama saat melintasi kawasan rawan bencana.
Rencana normalisasi Sungai Aih Bobo diharapkan menjadi langkah penting dalam penanganan dampak bencana sekaligus menjaga kelancaran akses masyarakat, termasuk bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Catatan redaksi: Jadwal mulai pekerjaan sekitar 19 Oktober 2026 merupakan rencana yang disampaikan Muhaimini. Kepastian pelaksanaan dan rincian teknis pekerjaan masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
(J.Porang)








































