slot preparation.lsrs.lu

Beredar Video Penolakan Tambang Emas GMR di Pantan Cuaca, Warga: Jangan Rusak Kebun Kopi Kami

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 20 Juli 2025 - 09:45 WIB

501,337 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, Baranews – Beredar sebuah video pendek berdurasi delapan detik yang menyuarakan penolakan keras terhadap rencana tambang emas oleh PT Gayo Mineral Resources (GMR) di kawasan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues. Video ini menjadi viral di media sosial dan menyita perhatian publik. Hingga Sabtu pagi, 20 Juli 2025, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 59.000 kali dan mendapat 169 reaksi dari warganet.

Dalam video itu, suara seorang warga terdengar lantang: “Jangan rusak kebun kopi kami karena keserakahan kalian. Ini kehidupan kami. Sampai kapan pun kami tetap menolak tambang emas Pantan Cuaca.”

Video tersebut diunggah oleh akun Juanda Putra, yang menyertakan keterangan menyentuh:
“Sekitar 80% masyarakat Pantan Cuaca menggantungkan hidupnya pada kebun kopi Gayo… Dari kopi kami hidup… Dari kopi kami bisa dikenal dunia… Jangan pernah kau rusak… 💪🏻💪🏻🫤”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu mencerminkan keresahan warga yang hidup bertumpu pada hasil pertanian kopi Arabika Gayo—komoditas unggulan yang telah mengangkat nama daerah hingga ke kancah internasional. Kopi bagi masyarakat Pantan Cuaca bukan sekadar produk pertanian, melainkan jantung ekonomi, kebanggaan budaya, dan warisan leluhur yang dijaga turun-temurun.

Rencana tambang emas oleh GMR dinilai warga sebagai ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan, kesuburan lahan, dan kualitas air. Selain itu, aktivitas pertambangan dikhawatirkan akan merusak keseimbangan ekosistem dan menghancurkan kebun kopi yang telah mereka rawat selama puluhan tahun.

“Dari kopi kami hidup. Dari kopi kami dikenal dunia. Jangan pernah rusak itu hanya demi segelintir keuntungan,” ujar seorang petani kopi.

Penolakan tambang bukan hal baru di wilayah ini, namun gelombang penolakan semakin kuat setelah kemunculan video tersebut. Suara masyarakat yang menolak eksploitasi tambang kian menggema, menyuarakan satu hal: mereka tidak ingin masa depan tanah Gayo dikorbankan demi kepentingan sesaat.

Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak GMR maupun pemerintah daerah mengenai tuntutan warga. Namun, tekanan publik terus meningkat seiring derasnya dukungan dari berbagai kalangan di media sosial.

Bagi warga Pantan Cuaca, menjaga kopi Gayo berarti menjaga kehidupan. Ketika suara mereka direkam dan dibagikan, itu bukan sekadar penolakan terhadap tambang—itu adalah pernyataan untuk bertahan hidup.

Tautan video lengkap dapat dilihat di sini:
🔗 https://www.facebook.com/100001162214022/videos/733294789454704

(RED)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru