HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Banjir Rendam Jalan Nasional di Desa Rak Lunung Blangkejeren, Warga Gayo Lues Soroti Kegagalan Drainase BPJN Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:17 WIB

50516 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLANGKEJEREN – Banjir kembali merendam ruas jalan nasional di Desa Rak Lunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada sore hari. Air berwarna cokelat keruh meluap dari saluran drainase, menutupi seluruh badan jalan, merendam trotoar, dan masuk ke area pertokoan serta permukiman warga yang berada di pinggir jalan utama.

Video yang merekam kejadian itu diambil dari dalam mobil yang melintas di tengah banjir di Rak Lunung. Terlihat jalan nasional yang digenangi air deras mengalir kencang melampaui batas trotoar, sementara bangunan ruko, mobil yang terparkir, dan usaha kecil di sepanjang jalan sebagian terendam. Kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa menerobos genangan dengan percikan air yang tinggi, sementara hujan masih membasahi kaca depan mobil. Dalam rekaman itu tertulis peringatan singkat, kembali banjir akibat hujan deras sore ini, hati-hati.

Apa yang terjadi di Desa Rak Lunung bukan lagi peristiwa musiman yang bisa dimaklumi, melainkan bukti nyata kegagalan sistem drainase di jalan nasional yang menjadi kewenangan penuh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh. Mengapa setiap hujan deras selalu berakhir dengan jalan nasional di Rak Lunung yang berubah menjadi sungai? Di mana fungsi saluran drainase yang seharusnya mampu menampung debit air di kawasan padat penduduk tersebut?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik keras harus diarahkan kepada BPJN Aceh yang hingga kini terkesan abai terhadap kondisi jalan nasional di Kecamatan Blangkejeren. Jalan nasional bukan sekadar aspal mulus untuk difoto saat peresmian, melainkan sistem yang harus dilengkapi dengan drainase yang dalam, bersih, dan berfungsi. Fakta di lapangan di Desa Rak Lunung menunjukkan saluran yang dangkal, tersumbat sedimentasi dan sampah, serta tidak pernah dinormalisasi secara berkala. Akibatnya, air hujan tidak mengalir ke pembuangan, melainkan meluap ke badan jalan dan merugikan warga serta pengguna jalan.

Di mana anggaran pemeliharaan rutin jalan nasional yang setiap tahun dikucurkan? Mengapa penanganan hanya bersifat tambal sulam ketika lubang muncul, sementara persoalan mendasar seperti drainase yang menjadi penyebab banjir di Rak Lunung tidak pernah diselesaikan? Ketika jalan nasional tergenang, yang lumpuh bukan hanya arus lalu lintas lintas tengah Aceh, melainkan juga aktivitas ekonomi warga Desa Rak Lunung yang menggantungkan hidupnya di sepanjang jalan tersebut.

Peristiwa banjir yang kembali merendam jalan nasional di Desa Rak Lunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues pada 26 September 2026 ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi BPJN Aceh. Jika balai yang diberi kewenangan penuh atas jalan nasional tidak mampu memastikan drainase berfungsi di titik rawan seperti Rak Lunung, bagaimana mungkin publik bisa percaya bahwa infrastruktur nasional di Aceh dikelola dengan profesional dan berpihak pada keselamatan pengguna jalan. (*)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat
Pemkab Gayo Lues Ikuti Rakor Rehabilitasi Faskes Pascabencana Sumatera, 867 Puskesmas Kembali Beroperasi
Dinkes Gayo Lues Imbau Warga Waspada ISPA, Minta Pakai Masker dan Batasi Aktivitas Luar Rumah
Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat
Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria, Sita 0,14 Gram Sabu

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru