slot preparation.lsrs.lu

Banjir Rendam Jalan Nasional di Desa Rak Lunung Blangkejeren, Warga Gayo Lues Soroti Kegagalan Drainase BPJN Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:17 WIB

50541 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLANGKEJEREN – Banjir kembali merendam ruas jalan nasional di Desa Rak Lunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada sore hari. Air berwarna cokelat keruh meluap dari saluran drainase, menutupi seluruh badan jalan, merendam trotoar, dan masuk ke area pertokoan serta permukiman warga yang berada di pinggir jalan utama.

Video yang merekam kejadian itu diambil dari dalam mobil yang melintas di tengah banjir di Rak Lunung. Terlihat jalan nasional yang digenangi air deras mengalir kencang melampaui batas trotoar, sementara bangunan ruko, mobil yang terparkir, dan usaha kecil di sepanjang jalan sebagian terendam. Kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa menerobos genangan dengan percikan air yang tinggi, sementara hujan masih membasahi kaca depan mobil. Dalam rekaman itu tertulis peringatan singkat, kembali banjir akibat hujan deras sore ini, hati-hati.

Apa yang terjadi di Desa Rak Lunung bukan lagi peristiwa musiman yang bisa dimaklumi, melainkan bukti nyata kegagalan sistem drainase di jalan nasional yang menjadi kewenangan penuh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh. Mengapa setiap hujan deras selalu berakhir dengan jalan nasional di Rak Lunung yang berubah menjadi sungai? Di mana fungsi saluran drainase yang seharusnya mampu menampung debit air di kawasan padat penduduk tersebut?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik keras harus diarahkan kepada BPJN Aceh yang hingga kini terkesan abai terhadap kondisi jalan nasional di Kecamatan Blangkejeren. Jalan nasional bukan sekadar aspal mulus untuk difoto saat peresmian, melainkan sistem yang harus dilengkapi dengan drainase yang dalam, bersih, dan berfungsi. Fakta di lapangan di Desa Rak Lunung menunjukkan saluran yang dangkal, tersumbat sedimentasi dan sampah, serta tidak pernah dinormalisasi secara berkala. Akibatnya, air hujan tidak mengalir ke pembuangan, melainkan meluap ke badan jalan dan merugikan warga serta pengguna jalan.

Di mana anggaran pemeliharaan rutin jalan nasional yang setiap tahun dikucurkan? Mengapa penanganan hanya bersifat tambal sulam ketika lubang muncul, sementara persoalan mendasar seperti drainase yang menjadi penyebab banjir di Rak Lunung tidak pernah diselesaikan? Ketika jalan nasional tergenang, yang lumpuh bukan hanya arus lalu lintas lintas tengah Aceh, melainkan juga aktivitas ekonomi warga Desa Rak Lunung yang menggantungkan hidupnya di sepanjang jalan tersebut.

Peristiwa banjir yang kembali merendam jalan nasional di Desa Rak Lunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues pada 26 September 2026 ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi BPJN Aceh. Jika balai yang diberi kewenangan penuh atas jalan nasional tidak mampu memastikan drainase berfungsi di titik rawan seperti Rak Lunung, bagaimana mungkin publik bisa percaya bahwa infrastruktur nasional di Aceh dikelola dengan profesional dan berpihak pada keselamatan pengguna jalan. (*)

Berita Terkait

Satgas PRR Aceh Petakan Tiga Hulu Sungai Penyebab Banjir Gayo Lues yang Rendam Ratusan Keluarga
Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung
Pembuatan Sumur Bor TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Berlanjut
Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 13:31 WIB

Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Berita Terbaru

NASIONAL

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:45 WIB