slot preparation.lsrs.lu

Banjir Rendam Jalan Badak Gayo Lues, Warga Berjalan di Air Setinggi Dada dan Banjir Tahunan Tak Pernah Ditangani

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 20:53 WIB

50521 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Banjir dengan arus deras kembali melumpuhkan Jalan Badak, merendam permukiman dan memaksa warga menerjang air keruh setinggi dada hingga pinggang untuk sekadar melintas. Air berwarna cokelat pekat itu meluap menutupi badan jalan desa, mengepung rumah-rumah sederhana di tepi jalan dan mengubah kawasan tersebut menjadi lautan lumpur yang berbahaya.

Video yang direkam dari tanggul di bawah langit mendung memperlihatkan betapa parahnya situasi. Di kejauhan terlihat pegunungan, sementara di depannya hamparan air turbulen menutup total akses. Beberapa warga terlihat berjalan tertatih melawan arus, sebagian menggendong barang, sebagian lain berusaha menyelamatkan perabotan. Tidak ada perahu karet, tidak ada petugas, tidak ada tanda kehadiran pemerintah. Warga dibiarkan berjuang sendiri di tengah bencana yang jelas-jelas mengancam keselamatan.

Apa yang terjadi di Jalan Badak bukan kejadian tiba-tiba. Teks dalam video itu sendiri menulis dengan gamblang, air di Jalan Badak naik kembali. Kalimat itu menjadi bukti bahwa banjir ini adalah peristiwa berulang, bukan anomali cuaca. Mengapa setiap hujan deras selalu berujung pada genangan setinggi dada? Di mana normalisasi sungai, di mana drainase, di mana sistem peringatan dini yang seharusnya sudah dibangun bertahun-tahun lalu?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jawaban itu tidak pernah ada. Jalan Badak yang menjadi akses utama warga dibiarkan tanpa perlindungan yang memadai. Rumah warga di tepi aliran tidak memiliki tanggul penahan, saluran air tersumbat sedimentasi, dan kawasan resapan di hulu terus dibiarkan rusak tanpa reboisasi. Pemerintah seolah menutup mata, datang hanya ketika bencana sudah terjadi, lalu hilang ketika air surut.

Siapa yang harus bertanggung jawab ketika warga harus berjalan di air setinggi dada hanya untuk pulang ke rumah? Bagaimana nasib anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang terjebak di dalam rumah yang dikepung banjir? Banjir yang melanda pada 26 September 2026 ini seharusnya tidak lagi dipandang sebagai musibah alam semata, melainkan sebagai akibat nyata dari pembiaran dan lemahnya perencanaan mitigasi bencana di Gayo Lues.

Jika frasa naik kembali terus muncul setiap tahun tanpa ada solusi permanen, maka yang naik bukan hanya air, melainkan juga akumulasi kelalaian. Warga Jalan Badak tidak butuh kunjungan seremonial dan janji bantuan darurat, mereka butuh tanggul yang kokoh, saluran yang berfungsi, dan kebijakan yang berpihak pada keselamatan, bukan pembiaran yang terus diulang. (*)

Berita Terkait

Satgas PRR Aceh Petakan Tiga Hulu Sungai Penyebab Banjir Gayo Lues yang Rendam Ratusan Keluarga
Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung
Pembuatan Sumur Bor TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Berlanjut
Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 13:31 WIB

Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Berita Terbaru

NASIONAL

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:45 WIB