slot preparation.lsrs.lu

Banjir dan Longsor Terjang Nepal, Sungai Kali Gandaki Meluap dan Bangunan Hanyut Terbawa Arus

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 08:28 WIB

50230 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KATHMANDU – Bencana banjir dan tanah longsor melanda wilayah Nepal dan menimbulkan kerusakan parah di sepanjang aliran Sungai Kali Gandaki. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya 24 orang meninggal dunia dan sejumlah infrastruktur hancur tersapu banjir.

Berdasarkan pantauan, bencana terjadi pada 29 September 2026. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan memicu meluapnya Sungai Kali Gandaki. Dalam rekaman yang beredar, terlihat tebing di sisi sungai mengalami longsor besar, material tanah dan bebatuan runtuh ke aliran sungai dan memicu gelombang banjir bandang.

Apa yang terjadi kemudian memperlihatkan dahsyatnya bencana tersebut. Sebuah bangunan di tepi sungai tampak tidak mampu menahan derasnya arus dan akhirnya ambruk lalu hanyut terbawa banjir. Air sungai yang semula tenang berubah menjadi cokelat pekat membawa material kayu dan lumpur dalam volume besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siapa yang menjadi korban dalam peristiwa ini adalah warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Kali Gandaki. Sedikitnya 24 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir dan longsor, sementara sejumlah warga lainnya masih dalam pencarian. Tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di beberapa titik.

Di mana lokasi terdampak paling parah berada di wilayah aliran Sungai Kali Gandaki yang melintasi sejumlah distrik pegunungan Nepal. Daerah tersebut memang dikenal rawan longsor, terutama saat musim hujan. Tebing-tebing curam yang tidak stabil mudah runtuh ketika tanah jenuh air.

Mengapa bencana ini menimbulkan korban dan kerusakan besar tidak lepas dari kombinasi curah hujan ekstrem dan kondisi geografis Nepal yang didominasi pegunungan. Aliran sungai yang sempit dan berkelok membuat air dengan cepat meluap ketika terjadi longsor di hulu. Bangunan-bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan bantaran sungai juga menjadi rentan tersapu.

Bagaimana penanganan saat ini dilakukan, pemerintah Nepal telah menetapkan status tanggap darurat di wilayah terdampak. Akses jalan yang terputus akibat longsor menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan. Petugas gabungan terus berupaya membuka akses jalan dan mencari korban yang hilang, sementara warga diimbau untuk menjauhi bantaran sungai mengingat potensi longsor susulan masih tinggi. (*)

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di 15 Wilayah Aceh, Gayo Lues dan Nagan Raya Termasuk
Ancaman Kebakaran Hutan Meluas hingga ke Papua dan Krisis Kesehatan Petugas di Lapangan
Empat Prajurit TNI Gugur Akibat Kecelakaan Mobil Dinas di Yalimo, Papua Pegunungan
Lempengan Besi Misterius Diduga Serpihan Pesawat Ditemukan di Perkebunan Sawit Sampit
Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti
Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan
Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk
Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 13:31 WIB

Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Berita Terbaru

NASIONAL

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:45 WIB