HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Banjir dan Longsor Landa Enam Desa di Aceh Tenggara, Ratusan Warga Terdampak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:28 WIB

50235 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA — Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Tenggara sejak Sabtu (26/9/2026) dini hari menyebabkan banjir dan longsor di empat kecamatan dan enam desa. Banjir dilaporkan merendam permukiman dan lahan pertanian warga setelah debit air Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga meningkat tajam hingga menyebabkan tanggul sungai jebol di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran, Dusun Nasi.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, sedikitnya 49 kepala keluarga dengan 186 jiwa menjadi korban terdampak banjir. Peristiwa ini juga menyebabkan kerusakan lahan pertanian seluas sekitar 40 hektar di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan sekitar 10 hektar di Desa Kisam Gabungan, di mana kedua lokasi tersebut rata-rata baru 40 hingga 45 hari setelah tanam padi. Selain merendam rumah warga, aliran banjir juga menggerus fasilitas umum seperti kamar mandi umum di Desa Batumbulan Asli yang terancam hanyut.

Tidak hanya banjir, hujan deras juga memicu longsor di badan jalan nasional Kutacane-Blangkejeren, tepatnya di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe. Longsor ini sekaligus menumbangkan tiang listrik PLN dan menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski berdampak pada ratusan warga, hingga laporan terakhir BPBD Aceh Tenggara tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian ini. Petugas BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan kajian cepat dan pendataan. Satu unit alat berat excavator juga diturunkan ke Dusun Nasi, Desa Terutung Megara Lawe Pasaran untuk menutup tanggul yang jebol dan mengeruk sungai sebagai bagian dari upaya penanganan darurat.

Hingga siang hari, kondisi air dilaporkan mulai surut dan aktivitas warga perlahan kembali normal. Pihak BPBD masih terus melakukan monitoring, pendataan, dan penanganan lanjutan di lapangan. Suhu udara di wilayah terdampak tercatat 31°C dengan kelembapan 66 persen dan kecepatan angin 11 km/jam. Warga diimbau tetap waspada mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan di wilayah Aceh Tenggara. (*)

Berita Terkait

Pererat Silaturahmi, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan PJU Polres Laksanakan Sholat Jumat Keliling
Perkuat Implementasi Program Prioritas Kapolri, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Sosialisasi Commander Wish Bersama Waka Polres
Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Serap Aspirasi Lewat Reses III 2026, Wakil Ketua DPR Aceh H. Ali Basrah Salurkan Bantuan Korban Kebakaran dan Banjir di Bambel
Asap Karhutla Jadi Peringatan Bersama, Kapolres Aceh Tenggara Imbau Warga Jaga Kesehatan dan Cegah Kebakaran
Tiga Desa di Aceh Tenggara Gagal Ikut Pilkades Serentak, Persiapan Panitia Dipertanyakan
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Respons Cepat Informasi Warga, Sat Intelkam Polres Aceh Tenggara Amankan Lima Pria dalam Pengungkapan Peredaran Sabu

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru