HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Banjir Bandang Terjang Ulun Tanoh Gayo Lues, Padi Siap Panen Tertimbun Lumpur dan Batu

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:45 WIB

50219 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Banjir bandang menerjang Kampung Ulun Tanoh Tue, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, dan mengancam mata pencaharian petani setelah padi yang sudah siap panen tertimbun lumpur tebal, batu-batu besar, dan kayu gelondongan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bencana tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan hulu dalam durasi lama hingga menyebabkan material banjir turun dengan volume besar ke permukiman dan areal persawahan. Bukan hanya merusak rumah warga dan menutup akses jalan kampung, banjir juga menyapu lahan produktif yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

Dampak paling memilukan dirasakan petani di Ulun Tanoh. Padi yang seharusnya segera menghasilkan pendapatan justru tertutup material banjir. Bongkahan batu dan kayu gelondongan berserakan di tengah sawah, sehingga proses pembersihan tidak mungkin dilakukan secara manual. Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah petak sawah masih tertimbun lumpur pekat dan material bawaan arus dari hulu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi petani setempat, peristiwa ini menjadi pukulan berat. Hasil kerja selama berbulan-bulan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, hingga perawatan tanaman, terancam hilang tanpa bisa dipanen. Selain kehilangan potensi pendapatan yang sudah di depan mata, material yang menimbun sawah juga berpotensi menghambat pengolahan lahan untuk musim tanam berikutnya, sehingga petani terancam membutuhkan tambahan biaya dan waktu untuk memulihkan lahan mereka.

Dampak banjir tidak berhenti pada kerusakan tanaman. Kegagalan panen dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan rumah tangga dan menggerus modal petani untuk kembali bercocok tanam. Kondisi ini mengungkap rapuhnya mitigasi bencana di kawasan rawan banjir bandang, terutama lemahnya pengendalian di daerah hulu dan minimnya infrastruktur penahan material.

Penghulu Kampung Ulun Tanoh, Suhardinsyah, mengatakan kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan alat berat untuk penanganan darurat. Alat berat dibutuhkan untuk membuka akses jalan yang tertutup material dan membersihkan lumpur serta batu yang menimbun lahan pertanian warga. Ia berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues segera menurunkan alat berat ke lokasi bencana agar petani tidak semakin lama menanggung kerugian. (*)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat
Pemkab Gayo Lues Ikuti Rakor Rehabilitasi Faskes Pascabencana Sumatera, 867 Puskesmas Kembali Beroperasi
Dinkes Gayo Lues Imbau Warga Waspada ISPA, Minta Pakai Masker dan Batasi Aktivitas Luar Rumah
Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat
Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria, Sita 0,14 Gram Sabu

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru