HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Banjir Bandang Kembali Lumpuhkan Padang, Mitigasi Bencana Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Besar

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:21 WIB

50175 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG | Banjir bandang disertai luapan air sungai kembali memutus akses dan merendam ratusan rumah warga di Kota Padang, Sumatera Barat. Bencana ini terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu, 10 Oktober 2026. Kawasan permukiman di Kecamatan Koto Tangah menjadi titik dengan dampak terparah, di mana ketinggian air sempat mencapai 80 sentimeter, memaksa ratusan warga harus segera dievakuasi oleh tim gabungan menggunakan perahu karet demi keselamatan nyawa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi geografis di lokasi terdampak kini menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras turun. Fenomena berulang ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah terkait efektivitas tata kelola lingkungan dan sistem drainase kota. Alih-alih melakukan langkah antisipasi yang terukur, masyarakat justru dibiarkan terus hidup dalam bayang-bayang kecemasan saat musim hujan tiba. Evakuasi yang dilakukan tim gabungan, meskipun sigap, hanyalah bentuk penanganan darurat yang tidak menyentuh akar permasalahan mengapa kawasan tersebut terus tenggelam.

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Jawari, telah mengerahkan lebih dari 200 personel untuk melakukan penyisiran dan pengamanan permukiman warga yang ditinggalkan dalam keadaan kosong. Langkah pengamanan rumah warga dari potensi tindak kejahatan selama proses pengungsian memang perlu diapresiasi, namun ironis jika energi besar hanya habis untuk menambal kerusakan pascabencana tanpa ada evaluasi total terhadap kebijakan pembangunan yang memicu kerentanan lingkungan ini. Warga kini hanya bisa mengungsi ke tempat-tempat seperti musala atau rumah kerabat, menunggu debit air surut sambil bertanya-tanya kapan solusi permanen atas banjir tahunan ini akan benar-benar diwujudkan oleh pemangku kebijakan. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat
Jalan Badak Gayo Lues Lumpuh Diterjang Banjir, Warga Desak Pemerintah Pusat dan BWS Bertindak
Jebolnya Tanggul Lawe Kisam Perparah Banjir di Aceh Tenggara, Jalan Nasional Kutacane-Medan Lumpuh
Banjir Luas Rendam Jalan Nasional Kutacane-Medan, Akses Lawe Sumur Lumpuh Total
Singapura Tercekik Kabut Asap, Kualitas Udara Terburuk di Dunia
Kabut Asap Selimuti Sampit, Warga Tetap Nekat Berkerumun di Hari Bebas Kendaraan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru