HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Arief Martha Rahadyan: Saatnya Indonesia Memimpin Pariwisata Berkualitas

J.PORANG

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2026 - 23:07 WIB

50215 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta. Baranews – Langkah Kementerian Pariwisata menertibkan 1.600 akomodasi wisata yang belum memiliki izin usaha merupakan momentum penting dalam membangun tata kelola pariwisata Indonesia yang lebih profesional, aman, dan berdaya saing global. Kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan menegakkan aturan, tetapi juga meningkatkan kualitas destinasi wisata Indonesia di mata dunia.

Menanggapi langkah tersebut, Arief Martha Rahadyan, B.Sc., M.Sc. menyampaikan Indonesia perlu melangkah lebih jauh dari sekadar penertiban administrasi, negara-negara maju tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi membangun sistem yang mampu menciptakan kepercayaan wisatawan melalui kualitas layanan yang terukur.

Pariwisata modern tidak lagi bersaing pada keindahan alam semata, tetapi pada kualitas tata kelola. Destinasi yang dipercaya wisatawan adalah destinasi yang memiliki standar pelayanan, keamanan, kebersihan, dan transparansi yang konsisten. Indonesia harus menjadikan setiap izin usaha sebagai komitmen mutu, bukan sekadar dokumen administratif.”Ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arief mengusulkan konsep “Indonesia Trusted Tourism Ecosystem”, yaitu sebuah ekosistem nasional yang mengintegrasikan legalitas usaha, sertifikasi kualitas, standar kebersihan, keamanan, perlindungan konsumen, serta pemanfaatan teknologi digital dalam satu sistem terpadu. Dengan pendekatan ini, wisatawan dapat mengetahui status legalitas dan kualitas setiap akomodasi melalui platform digital sebelum melakukan pemesanan.

Praktik seperti ini telah menjadi kekuatan berbagai negara maju dalam menjaga reputasi sektor pariwisatanya. Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan model yang lebih sesuai dengan karakter daerah dan kekayaan budaya Nusantara.

Arief juga menyampaikan, pelaku usaha kecil tidak boleh hanya menjadi objek penertiban. Kita perlu menghadirkan program pendampingan, percepatan perizinan, pelatihan digital, dan peningkatan standar layanan sehingga proses penataan menjadi jalan menuju peningkatan daya saing.

Keberhasilan suatu pariwisata nasional dengan tingginya tingkat kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung. Kepercayaan adalah investasi jangka panjang yang nilainya jauh lebih besar daripada promosi.”ungkap Arief

Arief mendorong agar Indonesia mulai menerapkan Indeks Kepercayaan Destinasi Nasional, yakni sistem evaluasi berkala yang mengukur kualitas destinasi berdasarkan kepatuhan regulasi, kepuasan wisatawan, keberlanjutan lingkungan, keamanan, dan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Indikator tersebut akan menjadi acuan pembangunan pariwisata yang lebih objektif dan berorientasi pada kualitas.

Dengan pendekatan tersebut, Indonesia tidak hanya membangun sektor pariwisata yang lebih tertib, tetapi juga meletakkan fondasi menuju negara maju yang mampu menghadirkan destinasi berkelas dunia, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Berita Terkait

Sinergi Panitia, Pemerintah dan Aparat Keamanan Jadi Kunci Sukses Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II
PETI Kerinci Masuk Fase Mengkhawatirkan, TNKS Terancam dan Negara Ditantang Bertindak Tegas
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Jembatan Putus dan Kabar Bendungan Alami, Warga Reje Payung Mengungsi ke Tiga Desa
Silaturahmi LAMR Meranti Duduk Bersama Insan Pers Jaga Marwah Melayu
BPK Sumsel Bantah Larang Sekolah Berlangganan Media, Lalu Siapa yang Hentikan Kemitraan di Ogan Ilir?
PW Huda Gayo Lues Provinsi Aceh Lakukan Muswil Ke-ll dan Pemilihan Ketua  Priode 2026-2031
PWI Nagan Raya Minta Bupati Tegaskan OPD Terbuka Berkomunikasi dengan Media

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru