HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Apresiasi Kepemimpinan Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah: Menguatkan Stabilitas dan Kepercayaan Publik di Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:28 WIB

50382 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI), Rifqi Maulana, S.H., menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas pengabdian Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah selama menjalankan amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah Aceh.

Rifqi menilai bahwa kepemimpinan kepolisian di Aceh tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dari keberhasilan menghadirkan hukum sebagai instrumen perlindungan, kepastian, keadilan, serta pelayanan publik yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, dalam negara hukum, Polri memiliki posisi strategis sebagai institusi yang berada paling dekat dengan masyarakat dalam menghadapi persoalan hukum sehari-hari. Karena itu, keberhasilan kepemimpinan Kapolda harus dilihat dari kemampuan membangun sistem pelayanan yang responsif, profesional, transparan, dan menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak asasi manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam perspektif hukum, kepolisian bukan semata institusi penegakan hukum, tetapi juga institusi pelayanan publik. Masyarakat datang ke kepolisian ketika membutuhkan perlindungan, ketika menjadi korban, ketika menghadapi ancaman, serta ketika membutuhkan kepastian atas laporan yang mereka sampaikan. Di titik inilah kualitas kepemimpinan diuji,” ujar Rifqi Maulana.

Ia menyampaikan bahwa selama masa kepemimpinan Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, Polda Aceh telah menunjukkan upaya untuk menjaga stabilitas daerah melalui pendekatan yang lebih terbuka, komunikatif, dan mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, organisasi kepemudaan, serta masyarakat sipil.

Rifqi menilai pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan Aceh sebagai daerah yang memiliki karakter sosial, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal yang kuat. Penegakan hukum, menurutnya, akan lebih efektif apabila dilaksanakan secara tegas terhadap pelanggaran, namun tetap proporsional, berkeadilan, dan tidak mengabaikan prinsip kemanusiaan.

“Ketegasan hukum harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap warga negara. Penegakan hukum yang baik bukan hanya tentang berapa banyak perkara yang ditangani, tetapi juga tentang bagaimana proses hukum itu memberi rasa adil, memberi kepastian, dan tidak menimbulkan ketakutan bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan,” katanya.

Ketua Harian DPN PERMAHI itu juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan kepolisian. Ia mendorong agar pelayanan pengaduan masyarakat, pendampingan korban, respons terhadap tindak pidana, keterbukaan informasi, serta akses bantuan hukum terus diperkuat secara berkelanjutan.

Menurut Rifqi, pelayanan publik kepolisian yang baik harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan terukur. Masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai mekanisme pelaporan, perkembangan penanganan perkara, hak-hak korban, serta jalur pengaduan apabila terdapat kendala dalam pelayanan.

“Kepercayaan publik tumbuh ketika masyarakat merasa didengar, dilayani, dan mendapatkan kepastian. Oleh sebab itu, pembenahan pelayanan publik harus menjadi agenda yang terus dijaga, termasuk melalui penguatan pengawasan internal, keterbukaan informasi, dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan di setiap satuan kerja,” tegasnya.

Dalam konteks perlindungan masyarakat, Rifqi juga mengapresiasi perhatian Polda Aceh terhadap berbagai persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan warga, seperti pemberantasan narkotika, perlindungan perempuan dan anak, pencegahan kekerasan, penanganan kejahatan siber, perjudian daring, serta gangguan keamanan yang dapat memengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

Ia menilai bahwa penanganan persoalan tersebut harus dilakukan melalui strategi terpadu. Penegakan hukum tetap penting, namun pencegahan, edukasi publik, rehabilitasi, pendampingan korban, dan kerja sama lintas sektor juga perlu menjadi bagian dari kebijakan keamanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keamanan adalah hasil dari kerja bersama antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, keluarga, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat. Kepemimpinan yang mampu membangun sinergi seperti inilah yang akan memperkuat stabilitas Aceh dalam jangka panjang,” ujar Rifqi.

Rifqi menegaskan bahwa stabilitas keamanan memiliki hubungan langsung dengan keberlanjutan pembangunan. Daerah yang aman dan memiliki kepastian hukum akan memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat, mendorong investasi yang sehat, memperkuat pendidikan, serta membuka peluang kolaborasi sosial yang lebih luas.

Karena itu, DPN PERMAHI memandang pengabdian Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah sebagai bagian dari kontribusi penting dalam menjaga fondasi keamanan dan ketertiban di Aceh. Ia berharap nilai-nilai kepemimpinan yang mengedepankan profesionalitas, komunikasi publik, pelayanan masyarakat, serta penghormatan terhadap hukum dapat terus dilanjutkan oleh jajaran Polda Aceh ke depan.

“Atas nama DPN PERMAHI, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah atas dedikasi dan pengabdian beliau bagi masyarakat Aceh. Semoga segala kerja keras, komitmen, dan keteladanan yang telah diberikan menjadi bagian dari penguatan institusi Polri yang semakin profesional, modern, dan dipercaya masyarakat,” tutup Rifqi Maulana.

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:27 WIB

GERAK CEPAT SATRESNARKOBA POLRES ACEH TENGGARA, SEORANG PRIA DIAMANKAN BERSAMA BARANG BUKTI NARKOTIKA JENIS GANJA

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Kabut Asap Kembali Lumpuhkan Penerbangan Rute Medan-Kutacane-Banda Aceh

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Pastikan Pelayanan Tetap Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Cek Kesiapsiagaan Personel Strong Point

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Pererat Silaturahmi dan Perkuat Kamtibmas, Kapolres Aceh Tenggara Bersama PJU Laksanakan Safari Subuh di Masjid Babussalam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Pererat Silaturahmi, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan PJU Polres Laksanakan Sholat Jumat Keliling

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Perkuat Implementasi Program Prioritas Kapolri, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Sosialisasi Commander Wish Bersama Waka Polres

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Serap Aspirasi Lewat Reses III 2026, Wakil Ketua DPR Aceh H. Ali Basrah Salurkan Bantuan Korban Kebakaran dan Banjir di Bambel

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB