slot preparation.lsrs.lu

Ancaman El Nino: Kegagalan Mitigasi di Balik Krisis Pangan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026 - 11:10 WIB

50187 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Fenomena iklim El Nino dengan intensitas sangat kuat kini tidak lagi sekadar menjadi prediksi meteorologi, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas ketersediaan pangan nasional. Berdasarkan pantauan terhadap data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat indeks ENSO rata-rata tiga bulanan mencapai +2,63, Indonesia dihadapkan pada periode kemarau yang lebih panjang dari kondisi normal. Puncak peringatan ini mengemuka dalam diskusi publik yang diselenggarakan pada Rabu, 30 September 2026, yang menyoroti keterlambatan respons pemerintah dalam menghadapi dampak iklim yang sudah merambah sektor pertanian.

Dampak kekeringan kini telah melumpuhkan ribuan hektare lahan produktif. Data Kementerian Pertanian per 24 Juli menunjukkan sebanyak 44.694 hektare tanaman padi terdampak kekeringan, dengan 12.304 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen. Tidak hanya padi, komoditas jagung di berbagai wilayah seperti Jawa Timur, Sulawesi Utara, NTB, hingga Kalimantan juga mengalami nasib serupa. Meskipun angka ini dianggap belum mengguncang ketahanan pangan nasional secara keseluruhan, para ahli memperingatkan bahwa membiarkan lahan terus mengering tanpa intervensi masif adalah langkah awal menuju bencana krisis pangan yang lebih luas.

Pemerintah dinilai terlalu terjebak pada angka seremonial pembagian alat pertanian, seperti pompanisasi, tanpa memastikan keberhasilan operasional di lapangan. Berdasarkan pantauan, distribusi pompa sering kali tidak dibarengi dengan ketersediaan sumber air, bahan bakar yang memadai, maupun perbaikan infrastruktur irigasi yang mendesak. Kondisi ini diperburuk dengan kurangnya sinkronisasi antara data risiko kekeringan yang dimiliki BMKG dengan langkah preventif di tingkat daerah. Seharusnya, peta kekeringan dijadikan instrumen utama operasi penyelamatan pangan, bukan sekadar pelengkap administratif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lemahnya mitigasi juga terlihat dari pola tanam yang masih belum sepenuhnya disesuaikan dengan prakiraan iklim. Petani di daerah berisiko tinggi masih terus didorong untuk menanam komoditas yang haus air tanpa jaminan pasokan irigasi. Krisis pangan bukanlah sebuah keniscayaan alamiah, melainkan konsekuensi dari kelalaian negara dalam merespons peringatan dini. Jika pemerintah tidak segera melakukan langkah terukur—mulai dari optimalisasi waduk, perlindungan asuransi tani, hingga stabilisasi cadangan pangan nasional—maka melonjaknya harga pangan di pasar menjadi mimpi buruk yang tak terelakkan bagi masyarakat.

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB