slot preparation.lsrs.lu

Ambisi Produksi E20 dalam Dua Tahun, Pemerintah Pertaruhkan Nasib Swasembada Pangan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 04:01 WIB

50228 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 16 September 2026 – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencanangkan target ambisius untuk memproduksi bahan bakar campuran etanol 20 persen atau E20 dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Kebijakan yang diputuskan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka tersebut menempatkan tebu sebagai komoditas utama penyedia bahan baku etanol, dengan proyeksi kebutuhan lahan mencapai 2 juta hektare yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kegagalan opsi komoditas lain seperti jagung dan singkong yang dinilai tidak efisien untuk skala industri masif. Pemerintah berdalih bahwa tebu merupakan pilihan paling logis untuk mengonversi kebutuhan etanol dalam negeri, meskipun tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan lahan atau bottleneck yang selama ini menjadi momok bagi ketahanan energi nasional.

Di balik optimisme pemerintah yang menargetkan pencampuran etanol pada crude oil dalam dua tahun, langkah ini menyimpan pertanyaan besar terkait alih fungsi lahan. Meskipun pemerintah mengklaim akan mengoptimalkan lahan yang sudah ada, ketergantungan pada skala 2 juta hektare di tengah defisit lahan produktif pangan memicu kekhawatiran serius akan ancaman terhadap kedaulatan pangan nasional. Keputusan untuk menyerahkan pembangunan industri pengolahan kepada Danantara pun menuntut transparansi tinggi, mengingat rekam jejak proyek besar serupa sering kali terbentur pada masalah teknis dan keberlanjutan pasokan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, pemerintah telah menyiapkan peta jalan jangka panjang untuk meningkatkan campuran etanol hingga E50 di masa depan. Namun, realitas lapangan menunjukkan bahwa tantangan mekanisasi dan kecocokan ekosistem tanah di luar Jawa menjadi faktor penentu yang belum sepenuhnya terjawab. Dengan memaksakan target dua tahun, pemerintah kini sedang berjudi antara ambisi transisi energi yang ramah lingkungan dan risiko nyata akan terkurasnya daya dukung lahan pangan bagi kebutuhan pokok masyarakat. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru