slot preparation.lsrs.lu

Air Bah Terjang Remukut Gayo Lues, Warga Hanya Bisa Pasrah Tatap Luapan Sungai Dari Bibir Tebing

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 00:33 WIB

50238 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Arus sungai yang meluap dengan material lumpur pekat menerjang permukiman di kawasan perbukitan Gayo Lues, meninggalkan pemandangan pilu warga yang hanya mampu menyaksikan dari atas tebing tanpa bisa berbuat banyak. Aliran air berwarna cokelat keruh bergerak liar, menggerus bibir sungai dan membawa batang kayu serta lumpur dalam volume besar.

Berdasarkan pantauan, peristiwa itu terjadi di kawasan Remukut, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Luapan terjadi begitu cepat hingga aliran sungai yang biasanya menjadi sumber kehidupan warga berubah menjadi banjir bandang yang meluas hingga ke area permukiman. Warga terlihat berkumpul di tepi jalan desa, sebagian berdiri mematung, sebagian duduk terdiam menatap derasnya arus yang mustahil dilawan secara manual.

Lanskap khas Gayo Lues yang dikelilingi perbukitan curam dan hutan lebat memperparah dampak luapan. Kabut tipis menyelimuti puncak bukit, pepohonan di bantaran sungai tampak bergoyang keras dihantam arus. Beberapa rumah panggung yang berada di garis sempadan sungai berada dalam jarak yang sangat dekat dengan jangkauan air bah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak ada upaya penyelamatan harta benda yang terlihat. Warga memilih menjauh dan pasrah, sebuah sikap yang menggambarkan betapa bencana hidrometeorologi datang tanpa peringatan memadai. Ekspresi kepasrahan itu menjadi simbol betapa rentannya warga bantaran sungai di pedalaman Gayo terhadap ancaman banjir bandang saat curah hujan tinggi.

Kejadian yang terekam pada Minggu, 28 September 2026 tersebut hingga kini belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun taksiran kerugian, namun peristiwa ini kembali menegaskan urgensi mitigasi bencana, penataan kawasan sempadan sungai, dan sistem peringatan dini di wilayah pegunungan Gayo Lues agar kejadian serupa tidak terus berulang. (*)

Berita Terkait

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru