slot preparation.lsrs.lu

Aceh Tenggara Dorong Inovasi Daerah Lewat Sosialisasi dan Pembinaan

Zulkifli,S.Kom

- Redaksi

Kamis, 7 Agustus 2025 - 19:36 WIB

50549 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane_Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Inovasi Daerah Tahun 2025 di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Tenggara, Kamis (7/8/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menumbuhkan budaya inovatif di lingkungan birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kegiatan tersebut diikuti Kepala Pelaksana BPBD, Kaban Keuangan Aceh Tenggara, Kepala Disdukcapil, Kadis Koperasi UKM dan Transmigrasi, Kadis Pariwisata, Kadis Sosial, Kadis Perpustakaan, para camat, serta perwakilan OPD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mewakili Bupati Aceh Tenggara, Sekretaris Daerah Yusrizal, dalam sambutan nya mengatakan bahwa inovasi daerah merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi yang berkelanjutan.

Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan data terakhir, partisipasi perangkat daerah dalam melaporkan inovasi masih tergolong rendah.

“Inovasi tidak hanya soal proyek besar, tapi bagaimana kita merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan efisien. Oleh karena itu, saya minta semua OPD segera menginventarisasi dan melaporkan inovasi yang sudah maupun sedang berjalan,” ujarnya.

Narasumber kegiatan, Nanda Yuniza, Fungsional Perencana Ahli Madya Bappeda Aceh, mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak perlu ragu dalam mengusulkan inovasi, sekecil apa pun bentuknya. Menurutnya, pendekatan inovatif tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi, tetapi bisa berupa perubahan pola kerja, tata kelola, maupun penyederhanaan proses layanan publik.

“Sering kali, inovasi yang paling berdampak justru berasal dari hal-hal yang sederhana. Yang terpenting adalah ada unsur kebaruan, manfaat langsung bagi masyarakat, dan potensi untuk direplikasi,” jelas Nanda.

Ia menambahkan, Bappeda Aceh siap memfasilitasi koordinasi dan pembinaan lanjutan untuk memperkuat ekosistem inovasi di Kabupaten/Kota, termasuk pendampingan penyusunan dokumen inovasi sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kepala Bappeda Aceh Tenggara, Sahroel Desky, turut menyampaikan komitmen dalam mendorong ekosistem inovasi yang inklusif di seluruh sektor. Ia menegaskan bahwa Bappeda akan memperkuat kolaborasi lintas OPD serta menjalin kerja sama lebih luas untuk mendukung implementasi dan pelaporan inovasi daerah.

“Ke depan, kita akan bangun kerja sama dengan seluruh sektor agar inovasi tidak hanya berhenti di ide, tetapi bisa dikembangkan dan dilaporkan dengan baik,” ujar Sahroel.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bappeda Aceh yang telah menghadirkan narasumber dalam kegiatan ini, serta memberikan bimbingan teknis kepada para peserta.

“Kami berterima kasih kepada Bappeda Aceh yang telah mendukung kegiatan ini. Dengan kehadiran narasumber yang kompeten, kita jadi lebih paham bagaimana inovasi seharusnya dibangun dan dilaporkan,” tambahnya.

Sahroel menambahkan, secara faktual, inovasi di Aceh Tenggara cukup banyak dan beragam. Namun, menurutnya, tantangan terbesar selama ini adalah kurangnya dokumentasi dan pelaporan ke sistem Inovasi Daerah (IID).

“Padahal banyak inovasi yang sudah kita lakukan. Sayangnya belum semua dilaporkan ke IID, dan ini tentu memengaruhi penilaian pusat terhadap kinerja daerah,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan daerah dalam menghadapi penilaian IID oleh Kemendagri Republik Indonesia. Pemeringkatan ini digunakan sebagai salah satu indikator evaluasi kinerja pemerintah daerah secara nasional.

Aceh Tenggara pada tahun sebelumnya tercatat belum masuk dalam kategori “inovatif” berdasarkan IID, sehingga pada tahun ini pemerintah daerah menargetkan peningkatan capaian dengan memperbanyak jumlah inovasi yang dilaporkan dan meningkatkan kualitas pelaksanaannya.

Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berharap agar budaya inovasi tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi tumbuh menjadi bagian dari nilai kerja ASN di semua jenjang.

Selain untuk memperkuat kualitas pelayanan publik, inovasi daerah juga dinilai sebagai sarana untuk mendorong efisiensi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah.

(Fenra)

Berita Terkait

Roni Desky Kabag Umum, Bungkam Terkait Dugaan kasus Korupsi Milyaran Mamin di Sekretariat Agara
Kapolsek Bambel Pantau Personel Pengamanan Pilkades di kecamatan Bambel dan kecamatan Lawe Sumur
Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling
Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Gelar Subuh Keliling dan Jumat Curhat
Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS
Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen
BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan
Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru