HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Viral Anak SD Seberangi Jembatan Darurat di Sungai Alas, Potret Buram Infrastruktur Aceh Tenggara

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:41 WIB

50216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Momen sejumlah anak Sekolah Dasar menyeberangi jembatan darurat di atas Sungai Alas, kawasan Desa Mbarung–Mbarung Datuk Soudane, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, menjadi sorotan tajam dan memicu kritik terhadap lambannya penanganan infrastruktur oleh pemerintah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi nekat para siswa itu harus dilakukan lantaran jembatan utama penghubung Mbarung–Mbarung Datuk Soudane ambruk diterjang banjir pada 27 September 2026. Putusnya akses tersebut membuat ratusan pelajar SD, SMP, hingga SMA serta masyarakat umum terisolasi dan terpaksa mempertaruhkan nyawa setiap hari.

Untuk menyiasati lumpuhnya transportasi, warga setempat bergotong royong membangun jembatan alternatif khusus pejalan kaki yang terbuat dari papan dan batang pohon pinang. Konstruksinya sangat sederhana, tanpa pengaman yang memadai, membentang di atas derasnya arus Sungai Alas yang dikenal ganas saat hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, kejadian ini bukan kali pertama. Jembatan rangka baja yang sebelumnya menjadi tumpuan warga di jalur yang sama juga dilaporkan ambruk diterjang banjir bandang pada 27 November 2025. Hampir setahun berlalu tanpa pembangunan jembatan permanen, warga kembali harus mengulang penderitaan yang sama akibat banjir terbaru.

Kondisi tersebut menunjukkan pola penanganan yang berulang dan tanpa solusi jangka panjang. Pemerintah terkesan hanya membiarkan warga membangun secara swadaya, sementara keselamatan anak-anak sekolah yang setiap pagi menyeberangi jembatan darurat itu luput dari perhatian serius.

Salah seorang pekerja di lokasi menyebutkan jembatan alternatif yang sedang dibangun memiliki panjang sekitar 75 meter dan ditujukan agar bisa dilintasi pelajar dan masyarakat pejalan kaki. Pembangunan ditargetkan tuntas pada Senin (19/10/2026).

Pernyataan tersebut justru menegaskan betapa daruratnya situasi. Di tengah derasnya arus Sungai Alas, anak-anak SD harus menunggu hingga pertengahan Oktober untuk sekadar bisa menyeberang dengan sedikit lebih aman. Padahal akses pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama negara.

Hingga kini, warga di kawasan Mbarung masih menantikan kejelasan kapan jembatan permanen akan dibangun. Jika pemerintah terus abai, bukan hanya aktivitas belajar mengajar yang terganggu, tetapi juga keselamatan generasi penerus di pedalaman Aceh Tenggara yang dipertaruhkan di atas sebatang papan pinang. (*)

Berita Terkait

Sambut Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Polres Aceh Tenggara Gelar Donor Darah
Sabu 2,52 Gram Jadi Barang Bukti, Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria di Bambel
Jaga Alam dan Cegah Kebakaran, Polsek Bukit Tusam Turun Langsung Edukasi Warga
Lewat Program POLIDIK, Kapolres Aceh Tenggara Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas kepada Pelajar
Hadir Sejak Pagi, Kapolres Aceh Tenggara Pastikan Strong Point Berjalan Optimal demi Keselamatan Pengguna Jalan
Sambut Hari Humas Polri ke-75, Polres Aceh Tenggara Gelar Bakti Sosial Bersihkan Masjid
GERAK CEPAT SATRESNARKOBA POLRES ACEH TENGGARA, SEORANG PRIA DIAMANKAN BERSAMA BARANG BUKTI NARKOTIKA JENIS GANJA
Jalan Nasional Medan-Kutacane di Desa Kuning I Terendam Banjir, Padahal Hujan Tidak Lebat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:19 WIB

Skandal Berulang Solar Subsidi di Nagan Raya, Dari Drum di Beutong Hingga Truk Tangki 5 Ton

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Silaturahmi Tampa Batas Ketua DPW PA Nagan Raya dengan Ketua PDI Perjuangan Aceh, Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Dari Aspirasi ke Sawah, Jamaluddin Idham Salurkan 18 Hand Traktor untuk Petani Nagan Raya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Irigasi Kembali Berfungsi, Petani Alue Seupeung Bersiap Olah 55 Hektare Sawah Melalui Program Rehab Kementan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Amankan Truk Tangki Diduga Angkut 5.000 Liter Bio Solar Bersubsidi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Pengawasan Dana Desa Diperkuat, Bupati TRK Ingatkan Pentingnya Tertib Administrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Polemik Keaslian Ijazah Jokowi Berlanjut, Kuasa Hukum Roy Suryo Tantang Pembuktian di Pengadilan

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Tim Penasihat Hukum Roy Suryo Ngotot Minta Jokowi Dihadirkan di Persidangan

Berita Terbaru