HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Jakarta Kembali Terjerat Polusi Udara Ekstrem, Warga Diminta Waspada Partikel Halus

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:08 WIB

50115 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Kualitas udara di Ibu Kota kembali memburuk hingga mencapai level berbahaya pada Senin (19/10/2026). Berdasarkan data pemantauan kualitas udara, indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta tercatat menyentuh angka 169 pada pukul 08.00 WIB. Tingginya angka tersebut menempatkan Jakarta ke dalam jajaran enam besar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia.

Konsentrasi polutan utama yang mendominasi udara Jakarta adalah partikel halus PM2.5 dengan kadar mencapai 80,8 mikrogram per meter kubik. Partikel berukuran sangat kecil ini menjadi ancaman serius karena mampu menembus saluran pernapasan hingga ke paru-paru, yang secara langsung berdampak pada kesehatan masyarakat. Proyeksi per jam menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara diperkirakan bertahan dalam kategori tidak sehat sepanjang hari, dengan potensi fluktuasi indeks yang kembali meningkat pada sore hingga malam hari.

Merespons kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk segera menyesuaikan aktivitas harian. Langkah pencegahan yang disarankan meliputi pembatasan aktivitas fisik di luar ruangan, terutama olahraga, karena peningkatan frekuensi pernapasan saat beraktivitas akan mempercepat akumulasi polutan di dalam tubuh. Selain itu, penggunaan masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel halus menjadi keharusan, serta penutupan akses ventilasi jendela saat kualitas udara luar sedang memburuk. Penggunaan alat pemurni udara (air purifier) di dalam ruangan juga sangat disarankan untuk meminimalisir paparan polutan di lingkungan domestik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi udara yang masuk dalam kategori tidak sehat ini harus menjadi perhatian ekstra bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta individu yang memiliki riwayat penyakit pernapasan dan gangguan jantung. Mengingat sifat polusi udara yang dinamis dan dapat berubah sesuai kondisi cuaca serta aktivitas di lapangan, masyarakat didesak untuk terus memantau pembaruan indeks kualitas udara secara berkala sebelum merencanakan kegiatan di luar rumah demi meminimalisir risiko kesehatan jangka panjang. (*)

Berita Terkait

Rocky Gerung Ingatkan Mahasiswa: Jangan Sekadar Demo, Pahami Persoalan dan Ideologi!
Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman di Tengah Gejolak Harga Minyak Global
Presiden Prabowo Panggil Tim Ekonomi, Bahas Stabilitas Makro dan Strategi Pacu Ekspor Hingga Akhir 2026
Pemerintah Pastikan Stabilitas Makroekonomi Terjaga di Ujung Tahun 2026
Eksepsi Ditolak, Roy Suryo Tuding Persidangan Ijazah Jokowi Penuh Kejanggalan
Eksepsi Roy Suryo Ditolak, Persidangan Ijazah Jokowi Berlanjut ke Pembuktian
Pemerintah Indonesia Koordinasikan Bantuan Asing untuk Penanganan Karhutla
Presiden Prabowo Panggil Menteri, Tekankan Percepatan Penanganan Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:19 WIB

Skandal Berulang Solar Subsidi di Nagan Raya, Dari Drum di Beutong Hingga Truk Tangki 5 Ton

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Silaturahmi Tampa Batas Ketua DPW PA Nagan Raya dengan Ketua PDI Perjuangan Aceh, Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Dari Aspirasi ke Sawah, Jamaluddin Idham Salurkan 18 Hand Traktor untuk Petani Nagan Raya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Irigasi Kembali Berfungsi, Petani Alue Seupeung Bersiap Olah 55 Hektare Sawah Melalui Program Rehab Kementan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Amankan Truk Tangki Diduga Angkut 5.000 Liter Bio Solar Bersubsidi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Pengawasan Dana Desa Diperkuat, Bupati TRK Ingatkan Pentingnya Tertib Administrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Polemik Keaslian Ijazah Jokowi Berlanjut, Kuasa Hukum Roy Suryo Tantang Pembuktian di Pengadilan

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Tim Penasihat Hukum Roy Suryo Ngotot Minta Jokowi Dihadirkan di Persidangan

Berita Terbaru