HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih Ditolak DPR, Dinilai Bebani Abdi Negara

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:52 WIB

5090 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wacana pemerintah menyalurkan gaji Aparatur Sipil Negara melalui Koperasi Desa Merah Putih menuai penolakan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat. Kebijakan tersebut dinilai tidak efisien dan berpotensi menambah beban baru bagi ASN di daerah.

Penolakan itu disampaikan Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus. Ia mendesak pemerintah membatalkan skema tersebut karena pencairan di luar sistem perbankan nasional berisiko menimbulkan inefisiensi, penambahan biaya administrasi, hingga membatasi akses penarikan dana.

Menurut Deddy, ada motif terselubung di balik wacana tersebut untuk memaksakan perputaran omzet di koperasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Usulan penyaluran gaji ASN melalui Kopdes ini adalah akal-akalan agar para pegawai berbelanja di Kopdes ketika mengambil gaji. Ini akan menimbulkan banyak persoalan baru,” ujar Deddy kepada awak media, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Legislator asal Kalimantan Utara itu juga menyoroti tata kelola pembentukan Kopdes Merah Putih yang dinilainya bermasalah sejak awal. Ia menilai entitas tersebut tidak sejalan dengan prinsip dasar koperasi di Indonesia karena tidak lahir dari inisiatif warga.

“Koperasi Desa Merah Putih itu salah konsep sejak awal sebab sebagai koperasi dia tidak berdiri dari inisiatif warga,” kata Deddy.

Ia mengungkapkan adanya indikasi pemaksaan dalam aspek permodalan dan penyediaan lahan. Modal pembentukan koperasi, kata dia, diambil dari Dana Desa yang seharusnya untuk kebutuhan warga, serta dari APBN kementerian dan bank milik negara. Sementara lahan yang digunakan disebut mengambil tanah milik desa tanpa kajian kelayakan lokasi dan model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Modalnya diambil dengan merampok Dana Desa yang sangat dibutuhkan warga, bahkan APBN kementerian dan bank milik negara. Sementara lahan untuk Kopdes juga merampas tanah milik desa dan dibangun tanpa memperhatikan kelayakan lokasi maupun desain yang sesuai model bisnis dan kebutuhan masyarakat calon konsumennya,” tuturnya.

Deddy menilai eksekusi program yang serampangan itu berpotensi mematikan usaha warung kelontong milik warga dan berisiko tinggi mengalami kegagalan. Ia memprediksi lebih dari 90 persen proyek tersebut akan gagal dan berujung pada persoalan hukum jika tetap dipaksakan secara massal.

Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan tidak memaksakan pembangunan puluhan ribu koperasi sekaligus.

“Lebih baik membangun 5.000 atau 10.000 dulu tetapi dibangun dengan model bisnis yang baik. Daripada membangun puluhan ribu tetapi terus menjadi beban bagi negara dan warga,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi
Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar
57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat
Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo
Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia
Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional
Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi
Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Ibunda Meninggal Dunia di Makassar, Ferdy Sambo Tidak Bisa Menghadiri Pemakaman

Sabtu, 26 September 2026 - 08:14 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, PDI Perjuangan Kehilangan Tokoh Marhaenis

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:29 WIB

Prof Dr Bachtiar Aly, Tokoh Aceh dan Pakar Komunikasi, Tutup Usia di Jakarta

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:27 WIB

Berpulang dalam Penerbangan dari Kuala Lumpur, Sastri Dalila Istri Almarhum Wahid Mustafa Tutup Usia 72 Tahun

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:54 WIB

PWI Nagan Raya Berduka, Abang Anggota PWI Agus Salim RZ  Tutup Usia

Jumat, 6 Maret 2026 - 01:25 WIB

Baranews Grup Ucapkan Duka Mendalam atas Kepergian Brito Sentiasa Manik, Sosok Jurnalis Berdedikasi

Jumat, 2 Januari 2026 - 14:17 WIB

Ulama Kharismatik dan Dosen IAIN Cut Kala, Tgk. Dr. H. Sulaiman Ismail Langsa, Berpulang ke Rahmatullah

Sabtu, 8 November 2025 - 15:38 WIB

Antasari Azhar Tutup Usia, Jejak Perjuangan Sang Penggagas Pemberantasan Korupsi Tetap Dikenang

Berita Terbaru