HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Lebih dari 25.000 Hektare Lahan Terbakar di Papua, Negara Ditagih di Tengah Kabut Asap PSN

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:53 WIB

50211 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Papua sepanjang 2026 telah mencapai skala yang mengkhawatirkan. Lebih dari 25.000 hektare lahan hangus terbakar, menjadikan Papua sebagai salah satu episentrum karhutla terbesar tahun ini di luar Sumatera dan Kalimantan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kesaksian warga serta temuan berbagai organisasi lingkungan dan lembaga bantuan hukum, kebakaran tersebut terpusat di Papua Selatan. Wilayah yang selama ini menjadi benteng terakhir hutan alam Papua kini justru menjadi titik api paling pekat, seiring masifnya pembukaan lahan untuk Proyek Strategis Nasional.

Apa yang terjadi di Papua Selatan bukan sekadar kebakaran musiman. Siapa yang terdampak adalah ribuan warga adat, anak-anak sekolah, dan penumpang penerbangan yang aktivitasnya lumpuh akibat kabut asap tebal. Di mana titik api muncul, menurut warga, bukan dari hutan primer yang terbakar secara alami, melainkan dari areal-areal yang baru saja digusur oleh alat berat perusahaan dan konsesi PSN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagaimana kebakaran itu berlangsung juga menjadi pertanyaan kritis. Karhutla di Papua Selatan telah berlangsung hampir satu bulan lebih, terhitung sejak sekitar Agustus 2026. Artinya, api tidak padam dalam hitungan hari, melainkan dibiarkan menjalar di atas lahan gambut dan savana yang telah dibuka. Kabut asap yang dihasilkan mengganggu pernapasan warga, memaksa puskesmas meningkatkan pelayanan ISPA, membatalkan jadwal penerbangan perintis, dan menghentikan aktivitas belajar mengajar di sejumlah distrik.

Mengapa api begitu lama dan luas tidak mampu dikendalikan adalah ironi di tengah klaim pemerintah tentang ketahanan pangan dan energi. Di atas kertas, PSN di Papua Selatan digadang-gadang sebagai lumbung pangan nasional. Di lapangan, pembukaan lahan dalam skala ratusan ribu hektare justru menyisakan tumpukan kayu, semak kering, dan lahan gambut yang mudah tersulut. Pola lama yang berulang di Sumatera dan Kalimantan, yakni pembakaran sebagai cara termurah membuka lahan, kini dipraktikkan kembali di Tanah Papua.

Fakta bahwa lebih dari 25.000 hektare lahan terbakar sepanjang 2026 ini menunjukkan ada yang salah dalam tata kelola PSN. Jika benar titik api berasal dari areal konsesi, maka ini bukan lagi soal kelalaian, melainkan dugaan kesengajaan yang harus diusut secara pidana. Undang-Undang Kehutanan dan Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup secara tegas melarang pembakaran hutan, dengan ancaman pidana bagi korporasi.

Namun hingga kini, tidak ada satu pun nama perusahaan yang diumumkan sebagai tersangka. Tidak ada evaluasi terbuka terhadap izin-izin PSN seluas hampir 500.000 hektare yang telah mengubah status hutan adat menjadi kawasan non-hutan. Negara justru sibuk mengurusi asap di hilir, sementara sumber api di hulu dibiarkan terus membuka lahan.

Karhutla di Papua Selatan adalah cermin dari pembangunan yang abai pada kearifan lokal. Masyarakat adat Malind Anim yang menggantungkan hidup pada sagu, hutan, dan rawa kini harus menghirup asap dari tanahnya sendiri yang dibakar. Jika pemerintah terus menutup mata bahwa PSN adalah episentrum baru karhutla, maka 25.000 hektare yang terbakar tahun ini hanya akan menjadi pembuka bagi bencana yang jauh lebih besar di tahun-tahun mendatang. (*)

Berita Terkait

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia
Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional
Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi
Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal
LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan
Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran
Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN
Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:05 WIB

Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Jalan Badak Gayo Lues Lumpuh Diterjang Banjir, Warga Desak Pemerintah Pusat dan BWS Bertindak

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB