KUTACANE – Bencana banjir dan tanah longsor melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan berdampak di empat kecamatan dengan tujuh desa. Peristiwa tersebut menyebabkan tanggul jebol, akses jalan nasional terputus, serta lahan pertanian warga terendam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan sementara PUSDALOPS-PB BPBD Aceh Tenggara, hujan lebat dengan durasi panjang dan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara sejak Jumat, 9 Oktober 2026. Kondisi itu menyebabkan peningkatan debit air Sungai Lawe Bulan secara signifikan dan membuat kondisi tanah pada lereng di sekitar ruas jalan nasional Kutacane-Blangkejeren menjadi labil.
Lokasi terdampak meliputi Kecamatan Ketambe di Desa Kati Maju, Kecamatan Lawe Bulan di Desa Pulonas Baru, Kecamatan Babussalam di Desa Pulo Latong, serta Kecamatan Bambel yang meliputi Desa Lawe Kihing, Desa Bambel Gabungan, Desa Terutung Seperai, dan Desa Terutung Megara Asli. Laporan resmi terkait bencana tersebut disampaikan pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Dampak kejadian cukup luas. Material longsoran berupa tanah dan lumpur menutupi badan jalan di Desa Kati Maju sehingga menghambat arus lalu lintas dari kedua arah dan mengakibatkan kemacetan panjang pada ruas jalan Kutacane-Blangkejeren. Di Desa Pulonas Baru, tanggul Sungai Lawe Bulan jebol sehingga air meluap ke permukiman warga.
Selain itu, intake sumber air bersih SPAM Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara hanyut tergerus banjir. Tanggul penahan tebing Sungai Lawe Bulan atau Lawe Kisam jebol sepanjang sekitar 50 meter di Desa Lawe Kihing. Banjir juga merendam lahan pertanian di wilayah Desa Lawe Kihing, Desa Bambel Gabungan, dan Desa Terutung Seperai seluas sekitar 15 hektare. Akses jalan nasional Kutacane-Medan di Desa Bambel Gabungan-Terutung Megara Asli terendam banjir setinggi 30 hingga 50 sentimeter, sementara Gudang Logistik BPBD dan fasilitas SMPIT Al Khansa tergenang.

BPBD Aceh Tenggara mencatat tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam peristiwa tersebut. Upaya yang dilakukan meliputi kajian cepat, pengerahan anggota Tim Reaksi Cepat untuk melakukan pendataan, serta penurunan satu unit alat berat excavator untuk membersihkan longsor yang menutup badan jalan.
Alat berat BPBD juga melakukan pengerukan dan pembersihan material kayu gelondongan yang menutup aliran air pada Jembatan Bailey Pulo Latong. Personel Damkar BPBD membersihkan ruas jalan Pulonas Baru-Lawe Rutung dari endapan lumpur bekas banjir, serta melakukan penutupan tanggul, pengerukan, dan normalisasi sungai di Desa Lawe Kihing. Hingga laporan terakhir, air masih tergenang di beberapa titik terdampak. (*)









































