NAGAN RAYA – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, terus memperkuat upaya peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah melalui kesepakatan pelaksanaan tanam serentak untuk musim tanam 2026.
Kesepakatan tersebut dibahas oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Nagan Raya bersama para koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Keujrun Kabupaten dan Kecamatan, serta pihak terkait lainnya.
Salah satu fokus utama dalam kesepakatan ini adalah percepatan persiapan lahan dan penaburan benih, dengan target penyelesaian secara bertahap hingga November– Desember 2026.
Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi lahan, ketersediaan air, cuaca, serta kesiapan sarana dan prasarana produksi pertanian di masing-masing wilayah.
Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., melalui Kepala DTPHP Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., menyampaikan kepada media ini pada Jumat (9/10/2026) bahwa kesepakatan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan pertanian sekaligus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas padi.
Menurutnya, pengaturan jadwal tanam yang terkoordinasi sangat penting agar kegiatan pertanian dapat berjalan lebih terarah, efisien, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Melalui tanam serentak, kita berharap pemanfaatan lahan sawah dapat lebih optimal, produktivitas pertanian meningkat, serta risiko serangan hama dan penyakit tanaman dapat ditekan melalui pengaturan waktu tanam yang lebih terkoordinasi,” demikian inti dari upaya yang didorong melalui kesepakatan tersebut.
Jadwal Tanam di Setiap Kecamatan Akan Dikoordinasikan Kembali
Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, pemerintah kecamatan bersama Keujrun Gampong, penyuluh pertanian, dan kelompok tani akan melakukan koordinasi lanjutan untuk menentukan tanggal pasti pelaksanaan tanam di masing-masing kecamatan dan wilayah gampong.
Penetapan jadwal secara terperinci akan mempertimbangkan kesiapan lahan, ketersediaan air irigasi, kondisi cuaca, serta kesiapan benih dan sarana produksi lainnya.
Dengan demikian, pelaksanaan tanam serentak diharapkan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi nyata para petani di lapangan.
DTPHP Kabupaten Nagan Raya bersama jajaran penyuluh pertanian juga akan memperkuat pendampingan kepada kelompok tani, mulai dari persiapan lahan, penaburan benih, hingga proses penanaman dan pemeliharaan tanaman.
Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, Keujrun, penyuluh pertanian, dan petani menjadi faktor penting dalam menyukseskan program ini.
Koordinasi yang baik diharapkan mampu meminimalkan kendala teknis serta membantu petani menjalankan kegiatan usaha tani secara lebih terencana.
Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani
Melalui gerakan tanam serentak musim tanam 2026, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat.
Selain meningkatkan produksi dan produktivitas padi, langkah ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan pangan daerah, memperkuat ketahanan pangan, serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, seluruh pihak diharapkan dapat berperan aktif menyukseskan agenda pertanian tersebut demi mewujudkan sektor pertanian Nagan Raya yang semakin maju, produktif, dan berkelanjutan.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya
Bersama Petani, Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan. (*)









































