GAYO LUES, 30 September 2026 — Pengadaan meubelair senilai Rp800 juta disiapkan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas belajar sejumlah SMA Negeri di Kabupaten Gayo Lues. Tiga sekolah menjadi prioritas berdasarkan usulan dan pemantauan kondisi fasilitas di lapangan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Gayo Lues, Basri, mengatakan pihaknya di daerah berperan sebagai penerima manfaat. Meubelair tersebut, kata dia, merupakan pengadaan Dinas Pendidikan Aceh yang nantinya dikirim ke Gayo Lues untuk sekolah penerima.
“Kalau meubelair kita di kabupaten hanya selaku penerima manfaat,” kata Basri saat dikonfirmasi.
Menurut Basri, tiga sekolah yang mendapat prioritas yakni SMA Negeri Pining, SMA Negeri 1 Blangkejeren dan SMA Negeri 1 Blangjerango. Usulan tersebut disampaikan berdasarkan kondisi kebutuhan fasilitas masing-masing sekolah.
Untuk SMA Negeri Pining, kebutuhan meubelair muncul setelah sekolah tersebut terdampak banjir. Basri mengatakan banjir menyebabkan meja dan kursi di sekolah habis.
Sementara di SMA Negeri 1 Blangkejeren, pihak Cabang Dinas sebelumnya menemukan kondisi siswa yang harus belajar dengan duduk di lantai akibat kekurangan meja dan kursi.
Adapun SMA Negeri 1 Blangjerango juga diprioritaskan setelah pihak Cabang Dinas memantau adanya kekurangan meubelair.
“Kami juga pantau SMA 1 Blangjerango. Sebelumnya kami lihat kekurangan meubelair sehingga untuk tahap ini kita dahulukan,” ujar Basri.
Ia mengatakan sekolah lain yang masih mengalami kekurangan fasilitas juga terus diusulkan.
“Kami juga terus mengusulkan sekolah yang lain yang kurang fasilitasnya,” katanya.
Di SMA Negeri Pining, kebutuhan sekolah bahkan tidak hanya berkaitan dengan meubelair. Kepala SMA Negeri 1 Pining mengatakan pihak sekolah masih dihantui kekhawatiran setelah terdampak bencana hidrometeorologi pada 2025.
“Harapan kami sebagai sekolah yang terdampak langsung hidrometeorologi tahun 2025, kami sangat mengharapkan segeranya proses relokasi sekolah, karena saat hujan datang kami selalu dalam keadaan was-was dan sangat takut berada di lingkungan sekolah,” katanya.
Menurut dia, kekhawatiran tersebut kembali muncul karena intensitas hujan di Kecamatan Pining dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi.
“Apalagi beberapa hari ini di Kecamatan Pining intensitas hujan sangat tinggi, yang membuat kami tidak nyaman berada di sekolah kami, akibat trauma yang kami alami 10 bulan lalu,” ujarnya.
Terpisah dari kondisi kebutuhan sekolah tersebut, dokumen pengadaan juga menunjukkan sejumlah informasi yang perlu diperjelas. Paket pengadaan meubelair tersebut tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Dinas Pendidikan Aceh dengan kode 66481365 dan nilai anggaran Rp800 juta.
Dalam RUP yang ditayangkan melalui SiRUP, kolom uraian dan spesifikasi pekerjaan hanya tercantum tanda strip (-). Dengan demikian, dari informasi RUP tersebut belum terlihat secara rinci jenis meubelair, jumlah atau volume, ukuran, material maupun standar barang yang akan dibeli.
Karena paket tersebut merupakan pengadaan Dinas Pendidikan Aceh, rincian mengenai jenis dan jumlah meubelair, alokasi untuk masing-masing sekolah, spesifikasi serta dasar perhitungan anggaran Rp800 juta menjadi penting untuk dijelaskan kepada publik.
Dengan kebutuhan sekolah yang telah disampaikan dari daerah, informasi tersebut akan memperjelas bagaimana usulan tiga sekolah penerima diterjemahkan dalam pengadaan dan distribusi meubelair yang dibiayai anggaran Dinas Pendidikan Aceh.
(J.porang)









































