HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Rumah Warga Remukut Rata Diterjang Banjir Bandang, Pemerintah Dinilai Lamban Bertindak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 00:44 WIB

50232 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Banjir bandang kembali menelan permukiman warga di pedalaman Aceh, meninggalkan puing rumah kayu yang roboh dan hanyut terbawa arus sungai yang meluap. Tidak ada lagi dinding yang berdiri, hanya atap seng yang terseret lumpur dan tiang rumah yang patah, menjadi saksi betapa dahsyatnya hantaman air bah di kawasan padat penduduk tersebut.

Berdasarkan pantauan, peristiwa itu terjadi di Remukut, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, memperlihatkan sedikitnya dua unit rumah di bibir sungai hancur total, setengah bangunannya sudah masuk ke dalam aliran keruh, sementara rumah lain di belakangnya miring dan terancam ambruk. Di latar belakang, kubah masjid dan perbukitan masih terlihat, menegaskan betapa dekatnya permukiman dengan zona rawan bencana yang selama ini dibiarkan tanpa penataan sempadan yang tegas.

Kejadian yang berlangsung pada Sabtu, 27 September 2026 ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Bukan hanya duka yang muncul, melainkan juga kekecewaan mendalam terhadap lambannya respons pemerintah daerah. Warga mempertanyakan di mana kehadiran bupati dan jajaran terkait saat rumah-rumah warga rata dengan tanah. Di lapangan, keluhan soal relokasi pun mencuat. Hunian sementara dikabarkan sudah dibongkar, sementara hunian tetap belum rampung, membuat korban banjir terkatung-katung tanpa kepastian tempat tinggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inilah potret buram mitigasi bencana di Gayo Lues. Bencana datang setiap tahun, namun solusi permanen tak pernah hadir. Pemerintah seolah hanya hadir dalam bentuk janji, sementara warga harus berjuang sendiri menyelamatkan keluarga dari terjangan air. Lebih ironis lagi, di tengah duka tersebut, perdebatan soal sentimen kesukuan justru muncul, mengaburkan substansi utama: negara gagal melindungi rakyatnya di kawasan paling rawan.

Jika pola pembiaran ini terus dipelihara, maka yang tenggelam bukan hanya rumah-rumah di Remukut, melainkan juga kepercayaan publik terhadap tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan warganya. (*)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat
Pemkab Gayo Lues Ikuti Rakor Rehabilitasi Faskes Pascabencana Sumatera, 867 Puskesmas Kembali Beroperasi
Dinkes Gayo Lues Imbau Warga Waspada ISPA, Minta Pakai Masker dan Batasi Aktivitas Luar Rumah
Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat
Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria, Sita 0,14 Gram Sabu

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru