ACEH TENGGARA – Banjir dengan arus deras kembali menerjang Jembatan Besi Pulo Latong yang berada di kawasan Kali Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, dan membuat air sungai meluap hingga mencapai badan jalan. Kondisi sungai yang naik cepat pada malam hari membuat warga yang berada di sekitar jembatan berkumpul dan siaga memantau ketinggian air yang terus meninggi.
Video amatir yang merekam kejadian itu diambil pada malam hari dengan suasana gelap dan gambar yang bergoyang. Terlihat air keruh berwarna cokelat mengalir sangat deras melewati tebing yang ditumbuhi pepohonan dan di bawah konstruksi jembatan besi Pulo Latong. Cahaya lampu bangunan dan lampu jalan memantul di permukaan air yang meluap. Beberapa warga tampak berdiri di atas jembatan dan di tepi sungai mengamati banjir sambil saling mengingatkan akan bahaya susulan.
Dalam rekaman tersebut, perekam memberikan laporan langsung bahwa air di Kali Bulan kembali naik, sudah mencapai pinggir jalan, dan kondisinya semakin tinggi serta berbahaya. Nada suaranya terdengar mendesak, meminta warga di hilir Pulo Latong untuk lebih waspada karena banjir susulan masih sangat mungkin terjadi jika hujan di kawasan hulu Aceh Tenggara belum reda.
Peristiwa banjir di Pulo Latong ini terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan pegunungan, sehingga debit sungai Kali Bulan meningkat drastis dalam waktu singkat. Jembatan besi yang menjadi penghubung utama antar desa di Aceh Tenggara itu terancam terisolasi jika air terus menggerus pondasi dan akses jalan di kedua sisi.
Hingga video itu direkam, warga masih bertahan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi tetap aman. Belum ada laporan korban jiwa, namun potensi bahaya terhadap pengguna jalan dan permukiman di bantaran Kali Bulan tetap tinggi.
Kejadian banjir yang melanda Jembatan Besi Pulo Latong, Kali Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara pada 26 September 2026 tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan di malam hari menjadi kunci keselamatan. Warga diimbau untuk tidak memaksakan diri melintas di atas jembatan saat air sedang tinggi, menjauhi tebing sungai yang rawan longsor, dan terus memantau perkembangan cuaca di hulu agar terhindar dari risiko banjir bandang susulan. (*)









































