HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Kinerja Ekspor Produk Batubara Aceh: Transparansi Data Kepabeanan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:42 WIB

50203 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Komoditas batubara terbukti menjadi kontributor utama dalam menopang pundi-pundi devisa ekspor Provinsi Aceh. Berdasarkan catatan data kepabeanan, pada tahun 2025, dari total devisa ekspor Provinsi Aceh yang mencapai Rp10,84 triliun, sektor batubara menyumbang devisa sebesar Rp6,98 triliun atau memegang peranan dominan hingga 64% dari total keseluruhan devisa ekspor daerah.

Tren positif tersebut terus berlanjut ke periode berikutnya. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh mencatat pergerakan volume dan nilai devisa ekspor yang sangat signifikan pada komoditas batubara yang diekspor dari wilayah Aceh. Berdasarkan data kepabeanan periode akumulasi lima bulan pertama tahun 2026 (Januari s.d. Mei), volume ekspor batubara dari Aceh berhasil mencetak rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, menyentuh angka 5,38 juta ton dengan nilai devisa mencapai Rp3,11 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan dan keberlanjutan tren rebound dibanding periode yang sama pada tahun 2025 (5,26 juta ton dengan nilai devisa setara Rp2,86 triliun) serta pemulihan drastis dari titik lesu di tahun 2024 (3,24 juta ton dengan nilai devisa setara Rp2,03 triliun).

Meski secara volume tahun 2026 mencetak rekor tertinggi, catatan kepabeanan menunjukkan bahwa nilai devisa tertinggi dalam lima tahun terakhir masih dipegang oleh pencapaian tahun 2022. Pada tahun 2022, dengan volume pengiriman sebesar 3,74 juta ton, devisa yang dihasilkan mampu menembus nilai setara Rp3,31 triliun. Fenomena ini menjadi catatan tersendiri yang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi tingginya harga acuan batubara di pasar global pada masa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh menyampaikan bahwa instansinya berkomitmen penuh untuk memberikan informasi secara periodik mengenai perkembangan ekspor dan impor suatu produk secara transparan kepada publik.

“Melalui penyajian data yang readiness criteria ini, kami ingin memberikan gambaran utuh mengenai peta kekuatan komoditas daerah. Data kinerja ekspor batubara ini memberikan informasi faktual di lapangan, di mana volume pengiriman terus menunjukkan tren pemulihan dan mencetak rekor baru, yang mencerminkan kapabilitas operasional serta ketangguhan sektor pertambangan Aceh di tengah dinamika harga pasar global,” ujarnya.

Dari hasil analisa terhadap data kepabeanan, pergerakan volume ekspor ini turut dipengaruhi oleh dinamika aktivitas para pelaku usaha di lapangan. Eksportasi batubara selama ini didominasi secara konsisten oleh dua entitas utama, yakni PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari. Namun, pada periode tahun 2026, tercatat adanya dinamika baru dengan masuknya PT Media Djaya Bersama.

Menilik fenomena capaian rekor volume serta fluktuasi nilai devisa ini, sajian data kepabeanan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi objektif bagi seluruh pemangku kepentingan. Informasi ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk memotret dinamika riil pertambangan dan merumuskan langkah strategis tata niaga serta pengembangan nilai tambah batubara Aceh ke depannya.

Melalui penyajian data yang transparan serta pemetaan potensi ekonomi yang akurat, Kanwil DJBC Aceh berkomitmen untuk terus mengawal stabilitas ekonomi wilayah sekaligus memperkuat langkah nyata dalam mengakselerasi pencapaian predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Minta Polda Aceh Utamakan Pencegahan: “Sayangi Rakyat Aceh, Jangan Lagi Sakiti Mereka”
Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Buntut Penyiraman Jubir PN Pati, KY Ingatkan Ancaman Perendahan Kehormatan Peradilan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan 957 Gram Ganja, Satu Pelaku Ditangkap Satu DPO

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Aparat Gabungan Gerebek Dua Kampung Narkoba di Jakarta Barat, 24 Orang Ditangkap

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Markas Judi Online Terbongkar di Kompleks Militer, TNI Diminta Bersih-Bersih Internal

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:43 WIB

YARA Minta Menteri Imipas Investigasi Dugaan Intervensi dan Penyalahgunaan Kewenangan di Lapas Meulaboh

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:09 WIB

Kurir 35 Kilogram Sabu Asal Sabang Ditangkap di Sumsel, Diduga Terhubung Jaringan Fredy Pratama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Tim Gabungan Polda Aceh dan Polres Nagan Raya Tindak Dugaan PETI di Beutong, Delapan Orang Diamankan

Berita Terbaru