HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Bea Cukai Lhokseumawe Dukung Industri Lokal, Kawal Produk Sigaret Putih Tangan Gayo Tembus Pasar Nasional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 20 April 2026 - 21:23 WIB

50328 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah — Kantor Bea Cukai Lhokseumawe menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri hasil tembakau legal melalui dukungan terhadap pelaku usaha lokal. Hal tersebut tercermin dalam kehadiran perwakilan Bea Cukai Lhokseumawe pada kegiatan pelekatan pita cukai Sigaret Putih Tangan (SPT) sekaligus pelepasan produk menuju pasar lokal Aceh dan nasional.

Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe yang diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis (PKCDT), Sofyan, menghadiri langsung kegiatan tersebut yang berlangsung di Aceh Tengah. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Drs. Haili Yoga, M.Si selaku Bupati Aceh Tengah, serta Drs. Mursyid, M.Si sebagai Sekretaris Daerah serta unsur Forkopimnda Aceh Tengah.

Produk Sigaret Putih Tangan yang dilepas ke pasar merupakan hasil produksi Gayo Mountain Cigar (GMC) dengan merek GMT, yang dipimpin oleh owner sekaligus pelaku usaha lokal, Salmy Lahmuddin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya, Sofyan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem industri yang legal, sehat, dan berdaya saing.

“Pelekatan pita cukai bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga simbol legalitas dan kepatuhan. Kami di Bea Cukai berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha agar produknya mampu bersaing, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga nasional,” ujar Sofyan.

Ia menambahkan bahwa Bea Cukai memiliki peran strategis dalam memberikan asistensi, mulai dari perizinan, pemenuhan ketentuan cukai, hingga fasilitasi pengembangan usaha, khususnya bagi industri kecil dan menengah di daerah.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menempatkan pengembangan industri tembakau sebagai bagian dari strategi ekonomi kerakyatan. Ia mendorong instansi terkait untuk serius mengembangkan budi daya tanaman tembakau sebagai komoditas unggulan daerah.

“Kami mendorong seluruh instansi terkait untuk memperkuat sektor hulu, khususnya budi daya tembakau oleh petani. Ini adalah peluang nyata untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan,” kata Haili.

Ia juga menyambut lahirnya produk SPT dari Gayo Mountain Tobacco sebagai momentum penting bagi daerah, tidak hanya dari sisi industri, tetapi juga kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Produk ini berpotensi menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah melalui skema Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Karena itu, kami mendorong seluruh SKPD untuk bersinergi membantu petani tembakau agar hasil produksinya dapat terserap oleh industri seperti Gayo Mountain Tobacco,” ujarnya.

Menurutnya, keterhubungan antara sektor hulu (petani) dan hilir (industri) menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

Di sisi lain, Salmy Lahmuddin menyampaikan bahwa keberhasilan peluncuran produk SPT ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Bea Cukai.

“Kami ingin menjadi bagian dari rantai nilai yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memberdayakan petani lokal. Harapannya, hasil tembakau dari petani Aceh Tengah dapat terserap secara optimal oleh industri kami,” kata Salmy.

Kegiatan ini menjadi penanda penting bahwa industri hasil tembakau legal di daerah memiliki prospek yang kuat, terutama ketika didukung oleh kepastian regulasi, pembinaan berkelanjutan, serta integrasi antara sektor pertanian dan industri.

Berita Terkait

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal
Hujan Deras Jadi Berkah, Mas Dar Terobos Hujan Resmikan 980 Dapur Gizi, Menyapa Pekerja & Bagikan Doorprize Anak”
Warga Rusip Antara Aceh Tengah Meninggal Dunia Diduga Terinjak Gajah, Ambulans Terhalang Longsor
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Nahkoda Baru APPSI Aceh Tengah 2025-2030 Siap Dilantik, Ali Munawardiko Jabat Ketua
Alat Berat Kemendagri Kabur Sebelum Kontrak Usai, Warga Aceh Tengah Jadi Korban Janji Penanganan Bencana
Jembatan Reje Payung di Linge Aceh Tengah Kembali Terputus, Akses Warga Lumpuh Total
Luapan Air Rendam Lima Desa di Pegasing Aceh Tengah, Hujan Tak Kunjung Reda

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:05 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Sat Binmas Polres Pidie Berikan Penyuluhan kepada Masyarakat di Terminal Sigli

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:21 WIB

GEGER Jalur Tengkorak Tangse Geumpang Lumpuh Total Tertimbun Longsor, Aksi Heroik TNI Polri Dan Warga Belah Gunung Pake Alat Seadanya!

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Minggu Kasih, Kapolres Pidie Sambangi Warga Tionghoa, Perkuat Toleransi dan Kerukunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Kapolres Pidie Perkuat Sinergi dengan Ulama, MPU Siap Dukung Pemeliharaan Kamtibmas

Rabu, 30 September 2026 - 04:20 WIB

Tenda Rakyat Dibakar, Ratusan Ekskavator Dan Operator Cina Dibiarkan Mengeruk Geumpang

Selasa, 29 September 2026 - 20:25 WIB

Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan

Senin, 28 September 2026 - 05:13 WIB

Di Geumpang Pidie Hukum Membakar Tenda Rakyat dan Membiarkan Ekskavator Pemodal

Senin, 28 September 2026 - 00:59 WIB

Penertiban PETI Geumpang Disorot, Penindak Dianggap Tebang Pilih, Pemodal Besar dan Jaringan Penadah Emas Ilegal Tak Tersentuh

Berita Terbaru