HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Langit Atu Lintang “Mengamuk”, Hujan Es Hantam Merah Munyang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026 - 21:11 WIB

50420 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah Baranewsaceh.co |  Fenomena cuaca ekstrem terjadi di Desa Merah Munyang, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (4/4/2026) sore. Hujan deras yang disertai angin kencang, petir, dan butiran es mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 16.30 WIB, membuat warga panik.

Juardah (48), aparatur desa setempat, mengatakan saat kejadian dirinya tengah berada di kebun. Ia mengaku terkejut ketika hujan turun begitu deras disertai butiran es yang menghantam permukaan tanah dan bangunan warga.

“Suara hujan es cukup keras, warga sempat panik. Beberapa rumah mengalami kebocoran akibat atap dihantam butiran es,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya merusak rumah, fenomena tersebut juga berdampak pada sektor pertanian warga. Tanaman hortikultura seperti cabai dan tomat dilaporkan rusak parah akibat terjangan hujan es.

Hal serupa disampaikan Bazaruddin, Reje Kampung Bintang Kekelip. Ia mengaku terkejut dengan kejadian tersebut, mengingat hujan es jarang terjadi di kawasan itu.

“Banyak tanaman warga yang rusak, termasuk bibit kopi. Namun, hujan es ini tidak berlangsung lama,” katanya.

Sementara itu, pakar pertanian Fattan Muhammad menjelaskan bahwa hujan es merupakan fenomena alam yang bisa terjadi akibat perbedaan suhu ekstrem antara permukaan bumi dan lapisan atmosfer.

Menurutnya, dalam kondisi tertentu, butiran air yang telah membeku di dalam awan tidak sempat mencair saat jatuh ke permukaan bumi, sehingga turun dalam bentuk es.

“Ini terjadi karena proses presipitasi yang tidak sempurna. Butiran es terbentuk di lapisan atmosfer yang sangat dingin dan jatuh sebelum mencair,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa hujan es berpotensi memengaruhi kesuburan tanah karena dapat meningkatkan tingkat keasaman (pH rendah), yang berdampak kurang baik bagi pertumbuhan tanaman.

Meski berlangsung singkat, peristiwa ini meninggalkan kerusakan pada rumah dan lahan pertanian warga. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (Dani)

Berita Terkait

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal
Hujan Deras Jadi Berkah, Mas Dar Terobos Hujan Resmikan 980 Dapur Gizi, Menyapa Pekerja & Bagikan Doorprize Anak”
Warga Rusip Antara Aceh Tengah Meninggal Dunia Diduga Terinjak Gajah, Ambulans Terhalang Longsor
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Nahkoda Baru APPSI Aceh Tengah 2025-2030 Siap Dilantik, Ali Munawardiko Jabat Ketua
Alat Berat Kemendagri Kabur Sebelum Kontrak Usai, Warga Aceh Tengah Jadi Korban Janji Penanganan Bencana
Jembatan Reje Payung di Linge Aceh Tengah Kembali Terputus, Akses Warga Lumpuh Total
Luapan Air Rendam Lima Desa di Pegasing Aceh Tengah, Hujan Tak Kunjung Reda

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:05 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Sat Binmas Polres Pidie Berikan Penyuluhan kepada Masyarakat di Terminal Sigli

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:21 WIB

GEGER Jalur Tengkorak Tangse Geumpang Lumpuh Total Tertimbun Longsor, Aksi Heroik TNI Polri Dan Warga Belah Gunung Pake Alat Seadanya!

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Minggu Kasih, Kapolres Pidie Sambangi Warga Tionghoa, Perkuat Toleransi dan Kerukunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Kapolres Pidie Perkuat Sinergi dengan Ulama, MPU Siap Dukung Pemeliharaan Kamtibmas

Rabu, 30 September 2026 - 04:20 WIB

Tenda Rakyat Dibakar, Ratusan Ekskavator Dan Operator Cina Dibiarkan Mengeruk Geumpang

Selasa, 29 September 2026 - 20:25 WIB

Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan

Senin, 28 September 2026 - 05:13 WIB

Di Geumpang Pidie Hukum Membakar Tenda Rakyat dan Membiarkan Ekskavator Pemodal

Senin, 28 September 2026 - 00:59 WIB

Penertiban PETI Geumpang Disorot, Penindak Dianggap Tebang Pilih, Pemodal Besar dan Jaringan Penadah Emas Ilegal Tak Tersentuh

Berita Terbaru