HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Tinjau ke Aceh Timur, Ini Yang Disampaikan Kepala BNPB RI

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:16 WIB

50270 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baranewsaceh.co,Aceh Timur | Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Timur guna meninjau langsung kondisi wilayah yang terdampak bencana banjir dan longsor. Selasa, 16 Des 2025.

Kedatangan Kepala BNPB RI disambut langsung oleh Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H., didampingi Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Novi Widianto, Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K., Kajari Aceh Timur Ibsaini, S.H., M.H., Sekda Aceh Timur Adlinsyah, S.Sos., M.AP., Asisten II Setdakab Aceh Timur Dr. Darmawan M. Ali, S.T., MISD., Plt. Kepala BPBD, jajaran Dinas Sosial, serta unsur pemerintah daerah lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Aceh Timur T. Zainal Abidin memaparkan kondisi terkini masyarakat pascabencana. Ia menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah air bersih, makanan, pakaian, serta tempat tinggal sementara. Pasalnya, bencana banjir dan longsor telah merenggut nyawa, harta benda warga, bahkan merusak dan menghanyutkan rumah penduduk di sejumlah desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak masyarakat kehilangan segalanya. Tidak hanya rumah, tetapi juga sumber penghidupan. Karena itu, kami sangat berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk membantu pemulihan Aceh Timur,” Ujar Wabup.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan data jumlah jiwa terdampak, rumah rusak, serta desa dan kecamatan yang mengalami kerusakan parah akibat banjir besar beberapa minggu lalu.
Sementara Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan bahwa hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh telah ia tinjau. Rata-rata permasalahan yang dihadapi masyarakat terdampak bencana relatif sama, terutama terkait kebutuhan air bersih, bantuan makanan, serta ketersediaan tenda dan tempat tidur bagi pengungsi.

“Begitu jalur darat lintas Sumatera, khususnya Jembatan Awe Geutah di Bireuen, kembali terhubung dan dapat dilalui kendaraan roda empat, kami akan segera menyalurkan bantuan tambahan seperti mobil tangki air dan sumur bor ke daerah-daerah yang membutuhkan air bersih,” Terang Suharyanto.

Ia menegaskan, BNPB akan terus mengirimkan mobil tangki air dan membangun sumur bor di wilayah yang terdampak. Selain itu, pihaknya juga akan mengerahkan dukungan mobil tangki dari TNI, Polri, maupun menyewa dari pihak lain demi mempercepat pemulihan pascabencana banjir di Aceh Timur.

“Kami memfokuskan penanganan di wilayah Sumatera Utara dan Aceh, karena Aceh mengalami dampak bencana banjir dan longsor yang lebih parah,” Tambahnya.

Lebih lanjut, Suharyanto menyampaikan bahwa BNPB juga akan menyiapkan hunian sementara bagi warga yang mengungsi. Pemerintah akan memberikan pilihan kepada masyarakat, apakah menempati hunian sementara yang disediakan atau tinggal sementara di rumah keluarga dan sanak saudara.

“Setiap kepala keluarga terdampak akan menerima bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama enam bulan. Selanjutnya, kita akan melihat kondisi di lapangan untuk menentukan solusi terbaik, termasuk opsi hunian sementara,” Ungkapnya.

Dalam upaya memperkuat penanganan di lapangan, BNPB juga telah meminta dukungan Panglima TNI untuk mengirimkan personel tambahan guna membantu masyarakat terdampak banjir dan longsor. Untuk warga yang rumahnya rusak berat atau hilang total, pemerintah membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menunjukkan lokasi tanah sebagai tempat pembangunan rumah pengganti.

Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Bupati Aceh Timur tersebut turut dihadiri Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah serta Kolonel Santosa selaku Kepala Korps Protokol BNPB RI. Kunjungan ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan dan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Aceh Timur yang tengah berjuang bangkit dari bencana.

Berita Terkait

LAKI dan Forum Keuchik Idi Tunong Apresiasi Gerak Cepat Bupati Al-Farlaky Tangani Jalan Idi–Keude Geurobak
Kapolres Aceh Timur Ngopi Bareng Bersama Elemen Masyarakat Peudawa, Bahas Narkoba Hingga Tertib Berlalu Lintas
Subuh Keliling, Langkah Kapolres Aceh Timur Merawat Harkamtibmas
Kerusuhan Massa di Kawasan PT Bumi Flora Aceh Timur Diduga Dipicu Persoalan HGU yang Berlarut
Rp7,25 Miliar Dipertanyakan: Saluran Proyek Jalan Kuta Binjei–Alue Ie Mirah Retak dan Tak Rapi
Polisi di Aceh Timur Luka Setelah Gagalkan Aksi Pencurian Kabel Tower
Pohon Lapuk Lintas Medan-Banda Aceh Ancam Keselamatan Warga, Aktivis BAI Kecam Sikap Acuh Plt Kadis BPBD Aceh Timur
Kebakaran Hebat Landa Lokasi Pengeboran Minyak Ilegal di Aceh Timur, Petugas Damkar Masih Berjibaku

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:32 WIB

57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB