HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Susilawati Memohon Bantuan Pengobatan dan Pemulangan Anaknya Noprizal Putra dari Pakistan, Didukung Diaspora Gayo Dunia dan Baitul Mal Aceh Tengah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 05:47 WIB

50863 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH, BARANEWS | Dua hari ini, video berdurasi 1 menit 58 detik beredar di group-group Whatsapp Gayo dan viral di media sosial Gayo. Dalam video tersebut, Susilawati, warga asal Kampung Bintang yang tinggal di Simpang Belgia, Kung, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, memohon bantuan dari berbagai pihak untuk biaya pengobatan sekaligus biaya pemulangan anaknya, Noprizal Putra (27 tahun), yang saat ini menuntut ilmu di Karachi, Pakistan, Asia Selatan, ke tanah air.

“Saya memohon kepada Bapak/Ibu untuk pengobatan anak saya, juga agar bisa pulang ke Indonesia,” katanya penuh harap dalam video tersebut. Dilanjutkan isteri alm. Busran tersebut, yang juga berasal dari Kampung Bintang dan merupakan korban konflik Aceh, juga sudah berkomunikasi dengan Diaspora Indonesia-Inggris sekaligus Inisiator World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia), yang saat ini tinggal di London, Yusradi Usman al-Gayoni, membahas persoalan yang dihadapinya, setelah mengikuti keberhasilan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gayo (Aceh Tengah dan Bener Meriah, Tanwir Ayubi, Muhammad Fahmi, dan Al Muttakim) korban online scammer dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, di mana Yusradi terlibat sejak awal dalam upaya pemulangan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Noprizal Putra, terang Susilawati, menamatkan Raudhatul Athfal (TK) Bintang Fajar di Bintang tahun 2004 dan tamat Madrasah Tsanawiyah Negeri Bintang tahun 2013. “Selesai MTsN, anak saya sempat ngaji selama enam bulan di Arul Gading, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Setelah itu, masuk pesanteren Karang Rejo Kecamatan Bukit Bener Meriah. Di sana, belajar Al-Qur’an selama dua bulan, sampai tahun 2017. Keinginannya untuk belajar agama Islam, sangat kuat. Namun, sempat juga menganggur karena keadaan ekonomi,” sebutnya.

Dari Gayo, Noprizal Putra, lalu melanjutkan pendidikannya ke Magelang, Jawa Tengah. Selama lima tahun (2018-2022), mendalami kitab kuning, tasawuf, dan hadis. “Saat di Magelang, ada kegiatan ke Pakistan. Dia ikut teman-temannya. Biaya keberangkatannya, visa, paspor, tiket, dibantu ustaz dan teman-temannya. Kemauannya tinggi, semangat, dan tekadnya luar biasa, untuk belajar dan mendalami agama Islam, meski keadaan ekonomi saya terbatas. Syukur alhamduilllah, selama nyantri di Gayo dan di Magelang, Baitul Mal Aceh Tengah sempat membantu tiga kali, kurang lebih Rp. 5.500.000,-” tuturnya.

Diungkapkan Susilawati, selama di Pakistan, anaknya berjualan stiker dan kalender untuk biaya pondok, memperpanjang visa, dan kebutuhan sehari-hari, sambil belajar agama. “Tahun pertama, dia belajar bahasa Urdu. Kemudian, lanjut ke kelas lima, langsung kelas misykat. Saat ini, sudah kelas daurotull hadis. Akibat sering sakit, jadi jarang masuk. Tahun 2017, dia sempat sakit usus lipat dan dioprasi. Tahun 2020, sakit hernia, dioperasi juga. Karena makan yang tidak teratur, sakitnya sering kambuh, mengingat situasi di sana, termasuk keterbatasan ekonomi saya. Karenanya, setelah menelponnya beberapa hari belakangan ini, mengingat biaya dan mempertimbangkan banyak hal, diputuskan sebaiknya pulang saja. Jadinya, lebih mudah berobat, ada BPJS dan nanti bisa meneruskan pendidikan di sini, sambil dia pun bisa mengajar, buat membantu biaya dan operasial pendidikannya,” tuturnya.

Secara terpisah, saat dikonfirmasi melalui pesan WA dari Inggris (19/8/2025), Yusradi Usman al-Gayoni, membenarkan apa yang disampaikan Susilawati melalui video yang beredar. “Rabu, tanggal 13 Agustus 2025, Ibu Susilawati me-WA saya, menceritakan kondisi anaknya di Karachi, Pakistan. Melihat tekad dan perjuangan anaknya yang luar biasa, sampai ke luar negeri, di tengah keterbatasan Ibu Susilawati, patut diapresiasi, dijadikan penyemangat, dan contoh untuk maju. Tentunya, kita coba bantu sebisanya. Saya kemudian menyarankan, agar Ibu Noprizal langsung ke Baitul Mal Aceh Tengah. Tanggal 14 Agustus 2025, saya juga berkomunikasi langsung dan membahas terkait Noprizal dengan Ketua Baitul Mal Aceh Tengah, Azkia Umar dan komisioner lainnya: Azhar Aziz, Fakhruddin Cibro, dan Uun Fajaruna,” aku Yusradi.

Jika nantinya Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah, sebutnya, tidak ada anggaran dan tidak bisa membantu, maka melalui World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia) dengan melibatkan pihak lainnya juga, insyaAllah akan menggerakkan eteng-eteng iyak, alang tulung beret bebantu (open donasi, fund raising), seperti yang dilakukan untuk pemulangan PMI asal Gayo di Kamboja. “Opsi eteng-eteng iyak tadi, sejak awal sudah saya sampaikan ke Ibu Susilawati, sambil melihat perkembangan pengobatan dan kesehatan Noprizal di Pakistan dan kepastian Baitul Mal Aceh Tengah. Jika urgent, eteng-eteng iyak segera kita jalankan. Saat bersamaan, saya coba berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, di Pakistan. Mohon doanya, semoga pengobatan dan kepulangan Noprizal berjalan lancar,” tutup Yusradi.

 

Berita Terkait

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal
Hujan Deras Jadi Berkah, Mas Dar Terobos Hujan Resmikan 980 Dapur Gizi, Menyapa Pekerja & Bagikan Doorprize Anak”
Warga Rusip Antara Aceh Tengah Meninggal Dunia Diduga Terinjak Gajah, Ambulans Terhalang Longsor
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Nahkoda Baru APPSI Aceh Tengah 2025-2030 Siap Dilantik, Ali Munawardiko Jabat Ketua
Alat Berat Kemendagri Kabur Sebelum Kontrak Usai, Warga Aceh Tengah Jadi Korban Janji Penanganan Bencana
Jembatan Reje Payung di Linge Aceh Tengah Kembali Terputus, Akses Warga Lumpuh Total
Luapan Air Rendam Lima Desa di Pegasing Aceh Tengah, Hujan Tak Kunjung Reda

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Ridwansyah Dorong Petani Kopi di Gayo Lues Kembangkan Tembakau dengan Pola Tumpang Sari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Brigjen TNI (Mar) Guslin Tinjau Normalisasi Sungai Aih Bobo, 13 Ekskavator Bantuan Presiden Telah Beroperasi di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pemerintah Pusat Kirim 16 Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir di Gayo Lues

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gelar Donor Darah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Excavator Tertimbun Longsor Susulan di Jalan Ketukah Gayo Lues, Operator Lompat Selamatkan Diri

Berita Terbaru