HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Pekerja Migran Indonesia Asal Aceh Tengah Terjebak di Kamboja, Upaya Pemulangan Masih Berlangsung

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 22 Juli 2025 - 22:29 WIB

50810 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon, Baranews – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kampung Asir-Asir, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, bernama Al Muttakim, tengah berjuang untuk dapat kembali ke tanah air setelah diduga menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja di Kamboja. Informasi ini disampaikan oleh Yusradi Usman al-Gayoni, inisiator World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia), melalui pesan dari London, Inggris, Selasa, 22 Juli 2025.

Menurut Yusradi, kasus yang menimpa Al Muttakim memiliki pola yang serupa dengan dua pekerja migran asal Bener Meriah, yakni Tanwir Ayubi dan Feri Sapuan, yang sebelumnya juga sempat terjebak dalam skema penipuan di Kamboja dan kini telah berhasil dipulangkan ke Indonesia. Dugaan sementara, mereka menjadi korban sindikat penipuan kerja (scam employment) yang dalam banyak kasus berujung pada praktik perdagangan orang.

“Saya mendapat informasi tentang Al Muttakim dari Tanwir Ayubi pada 14 Juli 2025. Setelah itu, saya langsung menghubungi Wakil Bupati dan Sekda Aceh Tengah melalui WhatsApp pada hari yang sama. Dua hari lalu saya juga menyampaikan hal ini ke Bupati Aceh Tengah. Namun, belum ada respon. Mungkin beliau sedang sibuk,” tutur Yusradi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yusradi, yang pernah menjadi anggota Tim Pengembangan Kawasan Gayo-Alas di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI periode 2008–2024, menyebutkan bahwa ia juga telah dihubungi oleh ibu Al Muttakim, Darmayanti (yang akrab dipanggil Ati Armaya), melalui panggilan WhatsApp ketika berada di rumah Tanwir Ayubi. Dalam percakapan itu, sang ibu memohon bantuan untuk proses pemulangan anaknya ke kampung halaman.

“Alhamdulillah, Al Muttakim berhasil melarikan diri dari tempat kerja yang sebelumnya menahan dokumen pribadinya, termasuk visa dan paspor. Saat ini, ia sedang dalam proses mengurus kembali dokumen-dokumen tersebut sekaligus berupaya bertahan hidup di Kamboja sambil menunggu kepastian kepulangan ke Indonesia, khususnya ke Aceh Tengah,” ungkap Yusradi.

Ia menjelaskan bahwa dirinya kini tengah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait, termasuk pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, rekan-rekannya di Kementerian Luar Negeri, dan jaringan Migrant Care Indonesia. Yusradi berharap proses pemulangan Al Muttakim dapat berlangsung aman dan cepat.

Menurutnya, kasus yang menimpa Al Muttakim, Tanwir Ayubi, dan Feri Sapuan hanyalah sebagian dari fenomena besar yang belum sepenuhnya terungkap. Ia meyakini, masih ada pekerja migran lainnya dari wilayah Dataran Tinggi Gayo yang mengalami nasib serupa, namun belum terdata secara resmi oleh pemerintah daerah.

“Kasus seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, khususnya di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Sudah saatnya dibentuk sistem layanan pengaduan khusus bagi warga yang menjadi korban penipuan kerja di luar negeri. Respons cepat sangat diperlukan untuk menyelamatkan nyawa dan masa depan mereka,” tegas Yusradi.

Ia juga mengimbau agar pemerintah tidak hanya bertindak reaktif setelah kasus mencuat, tetapi perlu mengambil langkah strategis dan antisipatif dalam jangka panjang. Salah satunya adalah dengan memperluas lapangan kerja dan mengembangkan program pemberdayaan ekonomi lokal agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak terpaksa mencari nafkah ke luar negeri tanpa perlindungan dan informasi yang memadai.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada upaya pemulangan. Perlu ada tindakan nyata dan terstruktur dari pemerintah daerah untuk melindungi warganya. Baik dengan mencegah keberangkatan ilegal maupun menciptakan opsi ekonomi yang lebih aman dan berkelanjutan di kampung halaman mereka sendiri,” tutupnya.

Saat ini, Al Muttakim masih bertahan di Kamboja sambil berharap dukungan penuh dari berbagai pihak untuk dapat kembali ke tanah kelahirannya di Asir-Asir, Takengon. Kisahnya menambah daftar panjang pekerja migran Indonesia yang terjebak dalam jaringan penipuan kerja lintas negara, sekaligus mengingatkan pentingnya sistem perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran asal daerah. (RED)

Berita Terkait

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal
Hujan Deras Jadi Berkah, Mas Dar Terobos Hujan Resmikan 980 Dapur Gizi, Menyapa Pekerja & Bagikan Doorprize Anak”
Warga Rusip Antara Aceh Tengah Meninggal Dunia Diduga Terinjak Gajah, Ambulans Terhalang Longsor
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Nahkoda Baru APPSI Aceh Tengah 2025-2030 Siap Dilantik, Ali Munawardiko Jabat Ketua
Alat Berat Kemendagri Kabur Sebelum Kontrak Usai, Warga Aceh Tengah Jadi Korban Janji Penanganan Bencana
Jembatan Reje Payung di Linge Aceh Tengah Kembali Terputus, Akses Warga Lumpuh Total
Luapan Air Rendam Lima Desa di Pegasing Aceh Tengah, Hujan Tak Kunjung Reda

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Ridwansyah Dorong Petani Kopi di Gayo Lues Kembangkan Tembakau dengan Pola Tumpang Sari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Brigjen TNI (Mar) Guslin Tinjau Normalisasi Sungai Aih Bobo, 13 Ekskavator Bantuan Presiden Telah Beroperasi di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pemerintah Pusat Kirim 16 Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir di Gayo Lues

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gelar Donor Darah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Excavator Tertimbun Longsor Susulan di Jalan Ketukah Gayo Lues, Operator Lompat Selamatkan Diri

Berita Terbaru