oleh

Zulham : Tak Ada Pemimpin Yang Menginginkan Rakyatnya Menderita !

Bener Meriah Baranewsaceh.co |  Zulham anggota DPRK Bener Meriah dari fraksi PKB dalam sesi pandangan umum sidang paripurna pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Bener Meriah tahun 2021 yang di laksanakan di gedung DPRK Bener Meriah Senin (30/11) menegaskan.

” Untuk membangunan kabupaten Bener Meriah yang maju dan sejahtera, perlu kiranya kita semua mengedepankan rasa kebersamaan, Untuk itu mari kita satukan arah kebijakan dengan cara memanfaatkankan segala potensi yang kita miliki, karena rasa kebersamaan adalah modal utama sebagai kekuatan dalam membangun Bener Meriah ke masa depan.

Mari bekerja dan berbuat yang terbaik untuk negeri ini, agar apa yang kita perbuat dan lakukan menghasilkan energi positip yang mampu merubah paradigma dan image yang tidak baik terhadap kinerja eksekutif dan legeslatif selama ini, Karena dengan adanya kekuatan besar yang di landasi rasa kebersamaan merupakan wujud dan rasa kepedulian kita semua terhadap Kabupaten yang kita cintai ini.

Zulham juga menimpali bahwa berbeda pendapat adalah lumrah dalam berdemokrasi, akan tetapi lebih baik sumbangkan pemikiran sebaga energi positip yang tersingkronisasi dalam satu tujuan bersama, dengan satu kata kunci “Bangun Bener Meriah”.


Mari Implementasikan, wujudkan dan ciptakan hal yang fositip dalam membangun iklim perpolitikan yang sehat di negeri ini. Agar kedepan siapapun pemimpin dan anggota dewan yang terpilih di lembaga ini punya big groud yang dapat di jadikan sebagai acuan. Kalaupun nanti harus berakhir masa kepemimpinan dan jabatan sebagai pemimpin dan sebagai wakil rakyat ada suatu karya besar yang telah di torehkan di atas negeri ini.

Apapun bentuknya di mata rakyat eksekutif dan legislatif adalah lembaga negara yang paling bertanggung jawab atas maju dan mundurnya satu daerah, karena hal tersebut sudah di ikat dan di atur dengan peraturan perundang-undangan yang memiliki kekuatan hukum penuh.

Disisi lain Zulham juga berharap, kekuatan dan kewenangan yang di miliki oleh masing masing pihak, hendaknya berpihak pada kepentingan rakyat, daerah dan kabupaten yang kita cintai ini. Dengan demikian akan muncul perhatian dan tidak harus larut dalam situasi saling serang dan saling mencari kesalahan dan kelemahan masing masing.

Akibatnya semua akan terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan, maka yang paling di rugikan dalam hal ini adalah rakyat Bener Meriah, karena dalam kurun waktu lima tahun sebagai pengemban amanah rakyat baik di posisi eksekutif maupun legeslatif tidak mampu berbuat terhadap sebuah perubahan yang berarti.

Mari kita keluar dari bayang bayang perseteruan, mari satukan rasa satukan kekuatan serta kewenangan yang di miliki, agar ada rasa tanggung jawab bersama terhadap tampilan wajah negeri ini, tentu dengan cara saling menutupi dan memperbaiki kekurangan dan kelemahan kita semua.

Untuk mewujudkan itu semua bukanlah pekerjaan yang mudah, perlukan adanya sinergisitas yang kuat serta kerjasama yang solid dengan komunikasi politik yang sehat demi terwujudnya cita-cita bersama mensejahterakan rakyat Bener Meriah.

Karena menurut Zulham kelangsungan pembangunan daerah ini bukan hanya tanggung jawab kepala daerah/pihak eksekutif, dan legislatif, akan tetapi ini adalah tanggung jawab kita bersama. Jika pembangunan daerah ini hanya kita bebankan ke salah satu pihak, tanpa ada rasa saling memiliki rasa tanggung jawab, maka hal tersebut adalah sebuah keniscayaan untuk dapat mewujudkan pemerintahan yang berkeadilan. Akibatnya pembangunan daerah tidak akan berjalan efektip, justru sebaliknya gesekan dan persoalan baru akan muncul kembali.

Mari membangun dan maju bersama, dengan memanfaatkan sumber daya Alam dan Sumber daya manusia yang kita miliki, Karena kita yakin tidak ada seorang pemimpinpun, terlepas apapun latar belakangnya yang menginginkan rakyatnya menderita.

Namun perlu di catat bahwa setiap pemimpin punya naluri, gaya dan karakter yang berbeda. Namun dapat di pastikan dalam setiap jati diri seorang pemimpin pasti punya keinginan untuk kemajuan daerah dan rakyat yang di pimpinnya.

Menjawab sesi pandangan umum dari sejumlah anggota dewan dalam sidang paripurna APBK Bener Meriah tahun 2021.Bupati Sarkawi hanya berilustrasi politik dengan bercerita tentang riwayat sebuah hadis nabi. “Kalau ada suatu kebenaran dari manusia pada hari ini, maka kebenaran itu pasti muncul dari mulutnya Ali”. Hadis ini adalah sebuah riwayat tentang kepemimpinan. Karena setelah Rasulullah wafat pemimpin di pegang oleh kulafaur Rasidin yaitu Umar, Usman Abu Bakar dan Ali bin Abi talip.

Syaidina Ali yang di kenal sebagai seorang pemberani tapi berhati lembut. Akan tetapi akibat gaya kepemimpinannya yang lembut dan santun, banyak kalangan meragukannya, bahkan sebagian melemahkannya, hingga muncul pemberontakan silih berganti.

Setelah Ali Wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh Mualiyah Abu Sofyan sebagai Khalifah berikutnya. Sedangkan gaya kepemimpinan Abu Sofyan lebih dikenal dengan sikap keras dan otoriternya. Semakin lama semakin sulit terasa, barulah semua menyadari akan apa yang di ucapan oleh Rasulullah terhadap Ali yang telah di jamin kebenarannya. Tutupnya.

Pelaksanaan sidang paripurna APBK tahun 2021 di gedung DPRK Bener Meriah di pimpin langsung oleh Ketua DPRK Bener Meriah MHD Saleh, yang didampingi wakil ketua 1 Tgk Husnul Ilmi, wakil ketua 2 Anwar, serta sejumlah anggota dewan yang terhormat. Sedangkan dari pihak eksekutif turut di hadiri Bupati Tgk Sarkawi beserta unsur forkopimda plus, sekda Bener Meriah, para asisten, kepala SKPK dan para camat.(Dani)

News Feed