oleh

Youtube Sebagai Salah Satu Media Dakwah Yang Efektif Dimasa Covid-19 Bagi Generasi Da’i Muda Milenial

 

 

Siapa sih yang tidak mengenal you tube? Salah satu aplikasi milenial yang sangat populer di kalangan masyarakat dunia. YouTube adalah sebuah situs web berbagi video yang dibuat oleh tiga mantan karyawan PayPal pada Februari 2005. Situs web ini memungkinkan pengguna mengunggah, menonton, dan berbagi video. Perusahaan ini berkantor pusat di San Bruno, California, dan memakai teknologi Adobe Flash Video dan HTML5 (HyperText Markup Languange) untuk menampilkan berbagai macam konten video buatan pengguna/kreator, termasuk klip film, klip TV, dan video musik. Selain itu, konten amatir seperti blog video, video orisinal pendek, dan video pendidikan juga ada dalam situs ini.

Berbicara tentang dakwah, di era modern saat ini banyak para pendakwah yang menyampaikan dakwahnya dengan berbagai metode. Salah satunya dari situs web Vidio yang bernamakan YouTube. Bahkan banyak sekali dari para pendakwah milenial menggunakan YouTube. Yang selain dapat menjangkau masyarakat dunia juga dapat mengurangi beban jarak dan waktu dalam menyampaikan dakwah, apalagi ditengah pandemi ini.

Dakwah merupakan upaya untuk memotivasi orang lain agar berbuat baik dan mengikuti jalan petunjuk, serta melakukan amar ma’ruf nahi munkar dengan tujuan mendapatkan kesuksesan serta kebahagiaan dunia dan akhirat. Pada dasarnya, dakwah dapat dipahami sebagai upaya untuk menghimbau orang lain ke arah Islam. Karena dalam dakwah terdapat penyampaian informasi ajaran Islam berupa nasihat dan pesan, peringatan, pendidikan, pengajaran, serta ajakan untuk berbuat baik dan larangan untuk berbuat mungkar.

Saat ini, YouTube telah memliki ribuan bahkan jutaan pengguna dari berbagai negara. YouTube menempati posisi teratas sebagai video sharing yang paling populer. Media sosial YouTube memiliki slogan “Broadcast Yourself” yang pengunjungnya bisa menikmati sajian video-video dengan beragam tema dan kategori, salah satunya tema Islam dalam kategori dakwah.

Dalam melakukan aktivitas dakwah, seorang dai juga harus memiliki tujuan yang jelas, agar kegiatan dakwah bisa lebih terarah. Sebenarnya tujuan dakwah itu bisa dikatakan sama dengan tujuan diturunkannya agama Islam bagi manusia, yaitu untuk membuat manusia memiliki kualitas akidah, ibadah, serta akhlak yang tinggi. Selain itu, aktivitas dakwah juga bertujuan untuk mempengaruhi cara merasa, berpikir, bersikap, dan bertindak manusia secara individual dan sosiokultural dalam rangka terwujudnya ajaran Islam dalam semua segi kehidupan.

Dengan adanya internet, untuk menyebarkan dakwah Islam dapat dilakukan ke seluruh penjuru dunia, tanpa adanya batasan wilayah, kultural dan tentunya dengan waktu yang cepat. Nurcholish Madjid menyatakan bahwa pemanfaatan internet memegang peranan penting maka umat Islam tidak perlu menghindari internet, sebab bila internet tidak dimanfaatkan dengan baik, maka umat Islam sendiri yang akan rugi. Karena selain bermanfaat untuk dakwah, internet juga menyediakan informasi dan data yang kesemuanya memudahkan umat untuk bekerja.

Dapat kita ketahui bahwa YouTube dapat mengakses berbagai macam Vidio yang kita inginkan, sehingga memudahkan pengguna untuk menyaksikan tayangan apa yang hendak disaksikan. Selain itu pemilik Chanel YouTube bisa menghasilkan uang dilihat dari berapa banyak jumlah subscribers dan views. Tapi ironisnya banyak juga netizen penghujat akan tayangan-tayangan dakwah di YouTube.

Begitu besarnya potensi dan efisiennya jaringan internet dalam membentuk jaringan dan pemanfaatan dakwah, maka dakwah dapat dilakukan dengan membuat jaringan-jaringan informasi tentang Islam atau yang sering disebut dengan cybermuslim atau cyberdakwah. Cyberdakwah merupakan tempat pelaksanaan kegiatan dakwah yang merupakan tiruan dunia kita sehari-hari, meski agak berbeda, yang berlokasi di internet.Masing-masing cyber tersebut menyajikan dan menawarkan informasi Islam dengan berbagai fasilitas dan metode yang bergam variasinya.

Pada dasarnya, media sosial merupakan hasil dari perkembangan teknologi baru yang ada di internet, dimana para penggunanya bisa dengan mudah untuk berkomunikasi, berpartisipasi, berbagi, dan membentuk sebuah jaringan di dunia virtual, sehingga para pengguna bisa menyebarluaskan konten mereka sendiri.

Media Youtube juga kerap dimanfaatkan berbagai kalangan sebagai media dakwah. Dengan memberi kemudahan informasi, penyampain kajian Islam dengan memberikan ceramah atau tausyiah sehingga pengguna Media youtube bisa mengaksesnya dan melihat agar komunikasi dakwah Islam dapat tersampaikan dengan baik. Dengan begitu YouTube juga menyalurkan bakat seni berkreasi bagi para pendakwah dengan membuat Vidio yang menarik yang akan di upload di Chanel YouTube nya.

Tanpa sadar berdakwah menggunakan YouTube juga efektif dalam artian bahwa berdakwah dengan YouTube lebih menghemat biaya, sehingga para jama’ah tidak perlu jauh-jauh keluar daerah menyaksikan dakwah yang disampaikan oleh para da’i ataupun mubaligh.

Luasnya jangkauan internet juga membantu para pengguna untuk mengakses berbagai macam teori tentang agama Islam. Sehingga tidak dipungkiri semakin lama peminat untuk mengetahui tentang agama melesat dengan cepat. Namun dengan demikian, efek buruk dari penggunaan internet khususnya YouTube adalah banyaknya situs yang berbau dewasa, seperti film sinetron yang berbasis episode di YouTube maupun film aksi dari barat yang jika anak-anak menonton perlu di waspadai.

 

 

Sumber terkait:

Ahmad Zuhdi, Dakwah sebagai Ilmu dan Perspektif Masa Depannya (Bandung:Alfabeta, 2016)

Amrullah Ahmad, Dakwah Islam dan Perubahan Sosial (Yogyakartat: Primaduta, 1983)

Hopkins, Jim (October 11, 2006). “Surprise! There’s a third YouTube co-founder”. USA

 

Tentang Penulis :

Nama/Nim      : Syukran (4022015108)

Fakultas         : Ekonomi dan Bisnis Islam

Prodi               : Ekonomi Syariah

News Feed