oleh

YARA Subulussalam Kecewa Terhadap Kadis Sosial, ini Tanggapan Kadis Sosial Subulussalam

Subulussalam, Baranewsaceh.co – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam Ketua Edi Sahputra Bako sangat kecewa atas respon dan sikap kadis sosial kota subulussalam mengenai keluhan Rizky Megana Sagala (8) Penderita Tuna Netra yang mendatangi Dinas Sosial untuk menanyakan perihal permohonan bantuan ingin bersekolah. Kamis (13/06/2019)

Edi Sahputra Bako mengatakan, “Selaku kadis sosial kami melihat beliau terlalu kaku memimpin, hal ini bukan persoalan risky saja, kami melihat setiap ada persoalan sosial yang dikeluhkan masyarakat beliau selalu bilang itu bukan ranah kami, hal ini sudah banyak dikeluhkan masyarakat kepada kami, seperti hal banyaknya para peminta-minta, orang gila berkeliaran meresahkan warga, orang cacat tak ada program pembinaan atau pelatihan, dan lainnya,”katanya.

Menanggapi hal ini, Sanusi selaku kepala Dinas Sosial Subulussalam kepada media melalui Sambungan Telfon mengungkapkan,” Saya tidak tahu soal itu, kebetulan saya sekarang sedang di Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh karena Istri saya sakit.

“Saya tidak kenal sama Edi Saputra, dan saya tidak tahu bahwa dia ada mengantarkan Proposalnya ke Dinas Sosial, karena kebetulan saya sedang di Rumah Sakit,”Ungkapnya melalui Sambungan Telfon.

Lanjutnya,”terkait yang Edi bicarakan terhadap (kami melihat setiap ada persoalan sosial yang dikeluhkan masyarakat beliau selalu bilang itu bukan ranah kami), saya tidak bilang begitu, karena kebetulan saya saat ini sedang diluar kawasan Subulussalam tepatya di Rumah Sakit Zainal Abidin, seharusnya dia hubungi saya dulu.

“Saya sudah sampaikan ini ke Hendri selaku Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Subulussalam, kemungkinan ada miskomunikasi antara Edi dan dan Hendri,”katanya Sanusi.

“Terkait Permohonan bantuan ingin sekolah kepada Rizky Megana Sagala (8 tahun) Penderita Tuna Netra, saya sudah sampaikan dan bicarakan juga kapada kepada kepala panti, atas dasar dan beberapa pertimbangan anak tersebut untuk bisa untuk dimasukkan kepanti Disabilitas Netra Ladong, Kabupaten Aceh Besar, dan jangan lupa perlengkapan berkas seperti KK, Surat Jaminan Kesehatan, dan lainnya, jadi kami bisa merekomendasikan ke Panti Asuhan disabilitas Banda Aceh, biasanya dana keberangkatan di tanggung pribadi, tapi di sana semua gratis,”tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed