oleh

Wujudkan Generasi Antikorupsi, Baru 23% Pemda Implementasi PAK Di Sekolah

JAKARTA – Dalam upaya ingin melahirkan generasi muda yang memegang teguh nilai-nilai integritas seperti kejujuran, keadilan, dan nilai-nilai luhur lainnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong pemerintah daerah menerbitkan aturan yang menjadi dasar penyelenggaraan Pendidikan Anti Korupsi (PAK) pada setiap jenjang pendidikan.

KPK memandang institusi pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk perilaku dan budaya anti korupsi di lingkungan sekolah,  sayangnya penyelenggaraan PAK di sekolah yang digesa sejak 2019 hingga 30 April 2020, baru 127 pemerintah daerah, atau 23% dari 542 pemda diseluruh Indonesia yang telah menerbitkan peraturan kepala daerah.

“Daerah-daerah yang telah menertibkan aturan tersebut diantaranya adalah, 6 Peraturan Gubernur, yaitu Jawa Tengah, Lampung, Bali, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur dan DKI Jakarta, serta 24 Peraturan Walikota dan 97 Peraturan Bupati. Aturan-aturan tersebut menjadi dasar hukum penyelenggaraan PAK di 78.983 satuan pendidikan yang terdiri atas 10.274 SMA dan pendidikan setara lainnya, 13.552 SMP serta 54.157 SD”. kata Ipi Maryati Kuding, Sabtu (2/5/2020).

Dikatakannya lagi, KPK mendorong komitmen kepala daerah lainnya agar segera menerbitkan aturan serupa sehingga implementasi PAK dapat diterapkan pada lebih banyak satuan pendidikan di seluruh daerah.

“Kita berharap, pendidikan antikorupsi disekolah dapat menciptakan ekosistem budaya antikorupsi dari sektor formal yang paling utama dalam membangun karakter generasi muda”. Tambahnya.

Untuk menunjang implementasi PAK sekaligus upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, KPK saat ini bersama Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedang menyusun materi insersi kurikulum pendidikan antikorupsi melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), materi tersebut akan diberikan kepada sekitar 1.200 guru setiap tahunnya sebagai pembekalan dalam memberikan pendidikan antikorupsi kepada peserta didik.

“KPK juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan Pemerintah Kota Bogor yang secara mandiri menerbitkan buku model implementasi pendidikan antikorupsi sebagai bahan ajar dan panduan bagi guru, kepala sekolah, pengawas sekolah dan dinas pendidikan setempat dalam mengimplementasikan penanaman nilai-nilai antikorupsi pada kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler di sekolah”.ujarnya lagi.

Menurutnya, dalam upaya mendorong implementasi PAK disekolah, pada Desember 2018 KPK menggandeng 4 (empat) Kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk membangun komitmen implementasi PAK di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah termasuk madrasah di seluruh Indonesia.

“Dari komitmen tersebut, di tingkat pusat telah dikeluarkan 4 aturan sebagai dasar hukum, berupa Permendikbud No. 20 tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Pendidikan Formal, SE Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti No. 468/B/SE/2017 tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru, SE Dirjen Pendidikan Islam Kemenag No. B-1368/Dj.I/05/2019 tentang Pendidikan Antikorupsi di Madrasah, dan SE Mendagri tentang Implementasi Pendidikan Karakter dan Budaya Antikorupsi pada Satuan Pendidikan No. 420/4047/2019, dan No. 420/4048/2019”. Sambung Ipi.

Dijelaskannya, dalam melaksanakan tugas pencegahan, sebagaimana amanat Pasal 7 ayat (1) huruf c Undang-Undang No. 19 Tahun 2019 KPK berwenang menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap jejaring pendidikan. Mulai dari pendidikan anak usia dini yang berbasis keluarga, pendidikan dasar dan menengah, hingga pendidikan tinggi maupun sekolah kedinasan.

Daftar Perkada Implementasi PAK dapat diunduh di https://www.kpk.go.id/images/Integrito/Lampiran-Rilis-Regulasi-PAK_2-Mei-2020.pdf

Sumber: Jubir KPK

News Feed