oleh

Webinar Listerasi Digital Nasional 2021 Kabupaten Aceh Barat, Kaji “Menjadi Cerdas di Era Digital”

Senin, 16 Agustus 2021, Jam 09.00 WIB

 ACEH BARAT, BARANEWS ACEH.CO | Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital maka Kementerian Komunikasi dan Informatika selain meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Berkenaan dengan hal tersebut, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Aceh yaitu, Drs. Ir. H. Nova Iriansyah, M.T., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Bp. Presiden RI, Bapak Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar diawali dengan pilar Keamanan Digitial oleh Dr. PITOYO, SS., M.Ikom Ketua Umum Ikatan Dokter Ilmu Komunikasi UNPAD yang memaparkan tema “TIPS DAN PENTINGNYA INTERNET SEHAT”. Dalam Dr. Pitoyo memberikan beberapa tips Sehat Bermedia Sosial, antara lain :

  • Jangan sembunyikan kepribadianmu
  • Kuasai seni bercerita. Konten mendongeng saat ini cukup popular yang dimaksudkan untuk mendorong diskusi orang yang klik tautan kita, akan mendorong perdebatan, pujian dan komentar sehingga akan menambah banyak pengikut.
  • Berhenti klik biat : di Face Book menggunakan taktik pemasaran media sosial sebagai umpan keterlibatan (engagement bait).
  • Gunakan konten yang terbaik.
  • Selalu menandai Influencer dan berbaur dengan Mikro Influencer karena dari data Izea, orang lebih percaya influencer yang lebih kecil pengikutnya dari pada yang mempunyai di atas 100 ribu pengikut.
  • Siaran langsung : Face Book mencatat bahwa video real time mendapat interaksi 6 kali lebih besar dibanding video biasa.
  • Bangun pasukan pendukung Anda. Pendukung merek seperti karyawan dan pelanggan harus memainkan peran penting dalam strategi media sosial Anda.

Dilanjutkan dengan pilar Kecakapan Digital oleh KURNIAWAN GILANG W, SE.,MM.,MBA (Dosen dan Peneliti Prodi Pariwisata Institut STIAMI). Kurniawan mengangkat tema “TREN PEKERJAAN DAN USAHA DI DUNIA DIGITAL”.Kurniawan menjelaskan di masa Pandemi saat ini, Kita harus cerdas memanfaatkan Digital Platform sebagai perangkat bisnis kita. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat website sendiri, berbisnis di media sosial dan di marketplace, melalui Face Book Page dan sebagainya. Segera lakukan berjualan langsung secara digital dengan menggunakan berbagai platform yang tersedia.

Pilar Budaya Digital oleh RIDWAN M.T Dosen Pendidikan Teknik Elektro UIN Ar Ramiry Banda Aceh dengan tema “MENGENAL LEBIH JAUH UU ITE TERKAIT PERLINDUNGAN DATA PRIBADI”. Ridwan membahas pasal 26 ayat (1) 19/2016 tentang perlindungan data pribadi. Jenis jenis data pribadi yang dilindungi antara lain data pribadi yang bersifat umum (nama, jenis kelamin, agama dan sebagainya), dan data spesific (kesehatan, genetika, biometrik, pandangan politik, keuangan dan lain lain).Ridwan selanjutnya memberikan beberapa tips perlindungan data pribadi, diantaranya gunakan password yang kuat, jangan mengumbar data pribadi, pengaturan privasi, hati hati memilih aplikasi yang akan di unduh dan sebagainya. Cara cek data bocor atau tidak di internet dapat dilakukan di http://periksadata.com/, https://haveibeenpwned.com/, https://monitor.firefox.com/ dan lain lain.

Narasumber terakhir adalah SAMSUL AQMARI, Relawan TIK Aceh yang mengangkat tema “PERAN DAN FUNGSI E MARKET DALAM MENDUKUNG PRODUK LOKAL” di pilar Etika Digital. Samsul menjelaskan jenis e market yang ada, yaitu e commerce (toko online dengan brand tertentu), marketplace (pasar online untuk penjual dan pembeli) dan online shop (toko online yang menjual barang di media sosial). Fungsi dan peran e market antara lain jangkauan luas, harga lebih murah, promosi, efisiensi waktu dan transparansi. Disamping itu menurut Samsul ada kelebihan dan kekurangan e market (online) dibanding offline, diantaranya kalau offline kelebihannya tidak repot melakukan pengiriman, tidak banyak pesaing dan kelemahannya jangkauan pasar terbatas, memerlukan tempat fisik, modal lebih besar. Sedangkan pasar online kelebihannya jangkauan lebih luas, modal kecil, tidak memerlukan tempat, waktu yang fleksibel sementara kelemahannya persaingan yang ketat, konetivitas internet dan masih banyak kredibiltas yang diragukan.

Webinar diakhiri oleh SUCI FITRI RAMADANI seorang Influencer yang menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat para narasumber tentang pentingnya menjaga dan melindungi data pribadi, jangan sia siakan waktu untuk memulai bisnis online dan selalu hati hati dalam beraktifitas di dunia maya agar tidak terkena UU ITE.   (RED)

News Feed