oleh

WALIKOTA Subulussalam Diminta TEGAS “PILKAMPONG POLITIK UANG, ABDIKAN DIRI SECARA TAK HALAL” KOMITMEN!

Subulussalam l Baranews.co. 20/09/21. PILKAMPONG POLITIK UANG UNTUK KAUM, ABDIKAN DIRI SECARA TAK HALAL. Dalam dialog dan gasasan penting yang disampaikan LSM Suara PUTRA Aceh bersama Dinas pemberdayaan masyarakat kampong serta Dinas kominfo Kota Subulussalam Irwan Faisal, SH dan Saman Sinaga SH.MH pentingnya sebuah reformasi Perubahan Mental & Spritual Potret pemimpin masa depan Kampong serta perubahan karakter pemilih, akhirnya Kedua SKPK penting ini menyetujui dan mengusulkan agar pemerintah Kota melalui Walikota Subulussalam berperan aktif untuk tidak menghalalkan segala cara, menjadi kepala Kampong Se-kota Subulussalam.

Langkah langkah ini tentunya kita Harapkan Forkopimda, Muspika dan Dinas Syariat Islam, dapat mengambil langkah- langkah maupun tindakan dalam mewujutkan Syariat Islam dibumi Serambi Mekah kota Suffi, Kota Santri, Kota Sadakata Subulussalam.

Apa yang dilakukan P2K (Panitia pemilihan kepala Kampong) Subulussalam Selatan melaksanakan komitmen UNTUK TIDAK melakukan POLITIK UANG sebuah terobosan baru yang patut diacungkan JEMPOL. Para Calon Potret Pemimpin Kampong Subulussalam Selatan telah DISUMPAH diatas Al Qur’an Untuk tidak melakukan Politik Uang.

Pilkampong yang kita harapkan mewujutkan demokrasi hakiki, lahirkan pemimpin Kampong yang ikut menjaga KANTIBMAS pemimpin yang lahir dari jati dirinya secara Ikhlas, bukan pemimpin kampong hasil Sogok-Menyogok. Tidak perlu bangga atau gembira seorang pamong desa hasil dari sebuah kejahatan. Menjadi kepala kampong itu Sebaiknya Rahmatan lil alamin.

PILMUKIM baru usai beberapa hari yang lalu, amat terasa Politik Uang ditengah Para Tokoh Pemuka Masyararakat Adat Kampong. Mungkin ini akan terulang lagi sukses PILKAMPONG POLITIK UANG UNTUK KAUM, ABDIKAN DIRI SECARA TAK HALAL.

Pemerintah Kota Subulussalam belum Punya Konsep Menghilangkan Politik Uang atau setidaknya, mulai dari pemerintah kecamatan, sampai dinas pemberdayaan masyarakat kampong Kota Subulussalam belum adanya upaya pencegahan secara aktif dan sistematis hingga memberi sanksi yang kuat baik secara hukum pidana maupun hukum dari kearifan lokal sendiri. Upaya TSM memenangkan pertarungan dalam demokrasi saat ini, maka sebaliknya menangkap pelaku politik uang juga harusnya Terstruktur sistematis dan masif juga.

Kenapa??? APARAT HUKUM TIDAK BERANI MENGUNGKAP POLlTIK UANG APALAGI MENANGKAP PELAKU POLITIK UANG!!!

LSM Suara Putra Aceh saat memberi gagasan Pentingnya ” Salah satu Upaya mengembalikan Citra Polri dalam repormasi Polri dapat diawali dari Wilayah Hukum Polres Subulussalam. Tentunya dengan sebuah keberanian dan kemampuan investigasi mendalam yang dilakukan Sat Intelkam Kota Subulussalam. Tangkap dan proses ke pengadilan para Balon Pemimpin yang berani terang terangan melakukan Politik Uang, dari giat Polri ini akan tercermin dan lahir pemimpin yang amanah mawahdah, warahmah ” ungkap ANTON pimpinan LSM Suara putra Aceh kota Subulussalam.

Bukankah Aceh disebut Daerah SERAMBI MEKAH, Kota Subulussalam disebut Kota Santri. Kota Subulussalam disebut Daerah Suffi yang diwarisi peninggalan para Ulama Ulama Tersohor dinegeri ini. Syeh Hamzah Fansyury, Syeh Abdul Rauf tidak pernah berpesan pada regenerasinya Capailah Cita Citamu menjadi Pemimpin dengan Menghalalkan segala Cara” Jadilah pemimpin dengan Politik Uang!! tetapi pemimpin yang lahir itu seharusnya AMANAH sehingga Negeri bertuah ini, menjadi Pemimpin ‘Rahmatan Lil Alamin’ bermanfaat bagi sekalian alam semesta.

Para pemimpin dibumi Serambi Mekah telah disumpah diatas Al quran yang memiliki 6666 ayat dan hal inilah yang harus dipertanggungjawabkan para pemimpin terpilih yang harus bertanggungjawab Secara DUNIA dan AHIRAT sampai regenerasi anak dan cucu para pemimpin itu.

Siapakah yang Paling Beriman diantara kamu? Potret pemimpin yang menyogok rakyatnya atau masyarakat yang penerima SUAP?

Saman Sinaga kadis Kominfo kota Subulussalam menurutnya “Dalam hal ini diminta kepada Pak Walikota & forkompimda kota Subulussalam untuk memerintahkan camat & Muspika di setiap kecamatan agar pentingnya DEKLARASI Tidak melakukan ‘Politik Uang’ dilakukan didepan umum disumpah diatas Al Qur’an demi terhindarnya potret pemimpin kampong yang tidak HALAL.

Politik Uang di kota Subulussalam dan tegaknya Syariat Islam di kota Subulussalam yang di sebut sebagai kota santri.” Demikian disampaikan Saman Sinaga saat berdialog antara pimpinan DPMK, Diskominfo dan LSM Suara Putra Aceh baru baru ini.” penegasannya dari substansinya di minta kepada penegak hukum agar segera turun ke daerah pemilihan (polisi) untuk pencegahan sekaligus PENINDAKAN indikasi MANY POLITIK. Oleh calon kades (TIM SUKSES NYA) yang ingin menghalalkan segala cara, hingga tindakan ini mencerminkan, memotivasi agar menjadi Kepala kampong yang halal. Baik sejak prosesnya maupun sampai terpilih.@(catatan Raja).**

Jangan Lewatkan