oleh

Wakil Bupati Gayo Lues Kukuhkan Pengurus P2TP2A Seribu Bukit Periode 2021-2022

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO | Pengukuhan 21 pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pelayanan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Seribu Bukit, Kabupaten Gayo Lues periode 2021-2022 dikukuhkan oleh  Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani di aula Dinas P3AP2KB, Selasa (05/10/2021). Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh  Asisten I, Asisten Pemerintah, Keistimewaan Aceh dan Kesra Setdakab Gayo Lues sert para kepala SKPK.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, saya menyampaikan selamat kepada saudara-saudara yang baru saja dikukuhkan sebagai Pengurus P2TP2A Seribu Bukit Kabupaten Gayo Lues Periode 2021-2022,” ucap H. Said Sani dalam sambutannya.

Wakil bupati menyampaikan harapannya, semoga dengan pengukuhan ini, akan lahir semangat baru yang penuh komitmen dan rasa tanggung jawab untuk membawa P2TP2A Kabupaten Gayo Lues menjadi lebih berdaya guna bagi masyarakat dan juga pemerintah.

“Saya berharap agar keberadaan P2TP2A Seribu Bukit Kabupaten Gayo Lues ini mampu menghapus segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta mengupayakan kesetaraan gender, sehingga hak-hak perempuan dan anak dapat terpenuhi dengan baik. Serta ikut berperan sebagai pusat pengayoman perempuan dan anak-anak dari tindak kekerasan, diskriminasi bahkan trafficking human atau perdagangan manusia, dapat menjadi wadah yang tepat untuk membantu Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dalam menjamin kebutuhan dan kepentingan perempuan dan anak-anak dalam setiap kebijakan pembangunan daerah,” ucapmya.

H. Said Sani juga berharap Pengurus P2TP2A mampu meningkatkan koordinasi dan partisipasi kepada semua pihak, baik pemerintah, swasta dan seluruh lapisan masyarakat dalam rangka membangun kerjasama untuk mencegah dan mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Gunakan dan manfaatkan media-media yang ada, sehingga keberadaan P2TP2A ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama kaum Perempuan dan Anak,” jelas Said Sani.

Sementara Kepala Dinas P3AP2KB Gayo Lues, Yuniar, SE menyampaikan bahwa keberadaan  P2TP2A ini sebagai penyambung tangan masyarakat dengan instansi lain. Lembaga ini nantinya akan berjalan dengan menjalin kerja sama berbagai lembaga lintas sektor lainnya, seperti, Dinas sosial, Mahkamah Agama, kejaksaaan, Kepolisian dan Rumah Sakit Umum Daerah demi memaksimalkan layanan pada pengadu.

Bertolak dari ucapan wakil Bupati Gayo Lues, kepala P2TP2A membenarkan adanya keengganan masyarakat untuk mengadukan adanya perlakuan asusila oleh anggota keluarganya. Lebih janjut ia menuturkan pemikiran ini semakin menggerogoti psikis korban, sehingga trauma yang dialami oleh korban akan semakin dalam.

“Masyarakat masih merasa tabu untuk menceritakan hal-hal mengenai kekerasan atau bahkan perilaku tidak senonoh, apalagi jika pelakunya merupakan anggota keluarga sendiri. Hal ini dianggap “aib”, kasus seperti inilah yang membuat masyarakat menutup diri dan memendam perilaku yang dialami,” ujar Yuniar. (RED)

 

News Feed