oleh

Wacana Usulan Bupati Terkait Jalan Tembus Menuju Aceh Timur

banner 970x250

Bener Meriah Baranewsaceh.co –  18 tahun yang silam pernah kulontarkan sebuah Insfirasi gagasan pemikiran dalam bentuk tulisan fiture yang kemudian menjadi aspirasi awal pemekaran kabupaten Bener Meriah.

” Begitu Indah Syairnya Gurdi Damora tentang jalan ke Belang, tetapi tidak bercerita tentang jalan Lukup tembus Samar Kilang. Mereka rindu ingin melihat kota Pondok Baru yang Baru, mereka ingin mendengar desing pesawat, kapan mendarat di Bale Atu.
(Titip Salam dan Bingkisan Untuk Tanah Leluhur, Tabloid Gayo Tribune 2001).

Hari ini Sabtu (13/07) terasa sesak nafasku, ketika seorang Bupati Bener Meriah Tgk. Sarkawi, kembali melontarkan wacana itu. Seperti bernostalgia pada masa lalu. Tapi sayang, komplik telah menghancurkan sendi sendi perekonomian, sehingga sampai hari ini, masih terlalu sulit untuk bisa bangkit dan berdiri tegak dan muncul ke permukaan.

Tapi sudahlah lupakan semua itu, tak ada gunanya untuk di sesali paling hanya mengoyak luka lama yang di balut dendam kesumat yang tidak akan pernah ada akhirnya. Tetaplah menjadi diri sendiri mungkin itulah jawaban yang tepat dari akhir dari sebuah manajemen komplik yang di bolak – balik seperti bermain yo yo, tetapi bukan permainan damino, yang diakhir persoalan akan mencari peluang untuk masuk dan memperoleh hitungan banyak.

Pengabdian tak mesti di hargai, di kenang lalu di puja dan di puji. pengabdian adalah murni dari spontanitas diri yang didasari ilham yang harus di utarakan ke publik, walau terkadang semua itu teramat lelah untuk di lakoni, tapi begitulah adanya.

“Begitu indah syairnya Gurdi Damora tentang jalan ke Belang” (Gayo Lues).

Sebuah Kabupaten baru hasil pemekaran dari KabupatenAceh Tenggara yang beribukota Belang Kejeren. Kabupaten Gayo Lues, negeri seribu bukit yang terkenal dengan kisah heroik pejuangnya ketika melawan penjajah belanda pada tahun 1904. Negeri yang punya tarian khas dengan gerakan tangan seribu, Saman dance, serta wilayah pegunungan dengan gugusan bukit barisan yang menjadikan Gunung louser sebagai paru paru dunia. Paru paru dunia dalam sebutannya. Mungkin jika debu yang ada di perut louser di olah di pastikan akan membuat penduduk dunia sesak nafas seperti penduduk Herosima dan kota Nagasaki di negeri Sakura Jepang.

” Tetapi Tidak Becerita tentang jalan Lukup Tembus Samar Kilang”. Mereka ingin melihat kota Pondok Baru yang Baru, Mereka ingin mendengar desing pesawat kapan mendarat di Bale Atu”.

Kota Pondok Baru yang baru, kini telah terwujud, kendati ibu kota Bener Meriah ini namanya Redelong. Hal ini di mungkinkan karena terbatasnya lahan bagi pemerintah untuk membuat komplek perkantoran, disisi lain juga pemerintah harus mengeluarkan kosh yang besar untuk pengadaan lahan. “Kota pondok baru yang baru”, kini telah berubah wujud menjadi sebuah Kabupaten yang di beri nama Bener Meriah. Kabupaten yang dulu terdiri dari 3 kecamatan yaitu Kecamatan Timang Gajah, Kecamatan Bukit dan Kecamatan Bandar.

“Mereka ingin mendengar desing pesawat, Kapan mendarat di Bale Atu”. Rasanya tiada yang aneh di setiap hari ketika terbit matahari sepenggalahan, kala itu juga gemuruh pesawat membahana melintas di atas rumah sewa yang ku diami. Datang dan pergi silih berganti menuju Bandara Kuala Namu Sumatera Utara.

Butuh waktu 6 tahun bagi seorang Bupati Mustapa M.Tamy untuk bisa menyelesaikan semua itu. Lalu apa ke istimewaan dari sosok seorang Mustapa. M Tamy. yang jelas sikap loyalitas serta pengabdian terhadap negeri asal muasal Meurah Johan ini tak bisa di tandingi. Jiwa membangunnya yang kuat dan belum terwariskan kepada para Bupati yang pernah menjabat di tiga Kabupaten bersaudara ini. Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Kabupaten Gayo Lues.

Kalau boleh usul, ada baiknya Pemkab Bener Meriah, berupaya untuk memindahkan Kuburan beliau di Medan Sumatera Utara, serta sederet tokoh pejuang lainnya untuk di makamkan kembali di Taman Makam Pahlawan Bener Meriah, yang dihiasa taman bunga kemegahan dalam harmoni jiwa tanpa dendam, yang dilatar belakangi meseum Umah pitu ruang.

Cerita di balik kesuksesan seorang Mustapa.M.Tamy, masih ada satu bait kalimat lagi yang belum terwujud sampai hari ini. “Jalan Lukup Tembus Samar Kilang”.

Kurang lebih 5 tahun kebelakang aku baru kembali ke kabupaten yang namanya Bener Meriah, baru kali ini aku mendengar ada seorang Bupati kembali tampil dan berani melontarkan wacana tersebut. Apalagi dihadapan seorang Plt Gubernur Ir. Nova Iriansyah saat penutupan Pekan Inovasi Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong di Bale Atu oleh Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi.

Orang boleh berkata apa saja terkait latar belakang beliau yang bukan orang birokrasi. Tapi bagi saya pribadi Bupati yang satu ini berani keluar dari bayang bayang kebuntuan dan punya wacana membangun dengan mengusulkan jalan yang selama ini telah membelenggu Kabupaten Bener Meriah.

Dihadapan Plt Gubernur Aceh Ir.Nova Iriansyah. Bupati yang selalu mengenakan kain sarung ini mengusulkan kepada Plt Gubernur Ir. Nova Iriansyah menyangkut adanya jalan tembus Bener Meriah menuju Kabupaten Aceh Timur.

Mencuatnya kembali wacana ini bukanlah tanpa dasar dan pertimbangan semata Samarkilang kecamatan Syiah utama Bener Meriah. Pining Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues, dan Lukup Serbe Jadi Kecamatan Serba Jadi Kabupaten Aceh Timur adalah sasaran yang hendak di kembangkan. Ketiga daerah ini berada dalam wilayah Kabupaten yang berbeda, dan masih terbilang terisolir. Jika jalan Bener Meriah bisa di tembuskan ke Aceh Timur, maka ketiga kecamatan ini akan tumbuh menjadi 3 titik central pertumbuhan baru di wilayah tengah Provinsi Aceh.

Kecamatan Syiah Utama yang memiliki wilayah terluas dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah, akan berkembang pesat dan menjadi pusat pertumbuhan baru. Selain itu dapat di pastikan seluruh potensi yang di miliki Kecamatan Syiah Utama akan dapat di berdayakan mulai dari potensi alam sebagai pariwisata, hasil pertanian, dan pengembangan wilayah baru.

Sebagai daerah lintasan Kecamatan Syiah Utama, sudah dapat di pastikan akan berbenah diri. Begitu juga dengan Kabupaten Bener Meriah selanjutnya akan menjadi central tujuan dari segala arah. Mulai dari Bireuen, Lokseumawe, Langsa Takengon dan Belang Kejeren.

Dapat di pastikan hasil bumi Kabupaten Bener Meriah akan jadi primadona seperti hasil holticultura yang akan mendominasi sejumlah pasar di pesisir Aceh yang di mulai dari arah timur Tamiang dan langsa, Idi, dan Pantan Labu. Selanjutnya Jalur Jalan KKA lintas Bener Meriah Lhokseumawe. Hasil bumi Bener Meriah akan mengisi sejumlah pasar di Lhok Nibong, Kota Lhokseumawe dan seputaran Matang. Begitu juga Jalan Bireuan – Bener Meriah akan mengisi pasar Bireuen, Bereunun, Sigli, dan kota Banda Aceh.

Jikapun nanti wacana ini akan terwujud Pemkab Aceh Tengah tinggal membuka Jalan Serule Samar Kilang. Selanjutnya menyatu dengan jalan Nasional lintas Takengon – Belang Kejeren.

Hendaknya ke 3 Kabupaten Bersaudara Aceh Tengah, Gayo Lues dan Bener Meriah yang berada di wilayah tengah Aceh. Harus mampu memiliki Ikon komoditi selain kopi yang bisa di andalkan minsal : Kabupaten Gayo Lues dengan Serai Wangi, Aceh Tengah dengan Al pokat dan Bener Meriah dengan Jeruk Keprok Gayo, disamping adanya komoditi penunjang lainnya seperti hasil palawija serta sumber lain yang dianggap potensial.

Untuk itu perlu ada pembahasan menyeluruh mulai dari adanya aturan dan keseragaman regulasi. minsal : Adanya keseragaman regulasi menyangkut kopi dan produk lainnya

Even Pacuan Kuda jangan hanya di jadikan seremoni sebagai pesta rakyat belaka Tetapi momen tersebut harus bisa di manfaatkan oleh para pejabat daerah untuk saling bersilaturahmi, berdiskusi dan seminar, terkait wilayah tengah, agar pembangunan lebih terarah dan tersingkronisasi. Jadi kedepan tidak ada kesan “Unung Unung Kusi kesip ku sone manung”

Semua butuh kerja keras, butuh anggaran dan rasa pengabdian yang tinggi. Rakyat tidak bodoh mereka tau mana yang terbaik, dan mana yang mampu bekerja dan membuat perubahan.

Kembali pada titik persoalan wacana usulan Bupati Tgk Sarkawi menyangkut jalan dari Bener Meriah menuju Lokup Serba Jadi Kabupaten Aceh Timur. Usulan ini kiranya bukanlah hanya sekedar wacana saja. Karena kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Bener Meriah ada di lintasan jalan ini. Jarak tempuh antara Medan Bener Meriah cukup jauh. Sehingga untuk ekspor kopi butuh proses lama. Hal itu berakibat banyaknya oknum spekulan yang bermain harga, sehingga petani selalu berada pada posisi yang di rugikan. Harapan baru juga akan dinantikan oleh masyarakat Syiah Utama yang selama ini berdiri menjadi daerah yang sepi dan buntu akibat tidak adanya akses jalan tembus selain kembali pulang ke kota Pondok Baru. Sehingga warna corak dan ragam itu itu saja, tanpa ada perubahan yang berarti. Kita hanya bisa berharap semoga wacana yang telah di di ajukan oleh Bupati Tgk. Sarkawi dapat di tindak lanjuti (Tunung Tapas) agar rona Kabupaten Rinang Cempege ini bisa menawarkan aroma Taman Harmoni hingga ke ujung timur kota langsa. Dengan sendirinya orang akan bercerita tentang ke indahan Baur Telong serta pesona Bener Meriah. Sebaliknya bukan cerita cabe yang tertutup abu vulkanik. Karena Baur Telong masih tidur. Yang jelas dapat di pastikan hasil palawija tidak tertutup Abu Vulkanik, Steril aman dan di jamin halal. (Wein Ramung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed