oleh

Usaha Unik, Mamok, Manusia Dalam Mencari Nafkah Untuk Mencapai Ridha Allah Dan Kesuksesan

Oleh Turham AG, S. Ag, M. Pd

Bahasa Gayo unik berarti lebah atau tawon, sementara mamok adalah lalat. Kedua makhluk tersebut sangat kontroversi dalam mencari nafkah. Unik (lebah) hanya melirik tempat yang baik-baik untuk mencari makanan. Mamok (lalat) selalu melihat tempat kotor lagi busuk sebagai tempat mencari nafkah. Sementara dalam diri manusia terdapat kedua pandangan tersebut yang telah menjadi sifatnya, hanya Zikir, Pikir dan Amal Shaleh yang dapat membedakan manusia itu bersifat seperti unik atau mamok.

Menurut Agama Islam tujuan hidup manusia adalah mencari keridhaan Allah (mardatillah) sembari mengharap berkah dari Allah SWT yang dapat dilakukan melalui sadakah, karena sadakah adalah suatu jalan untuk mengundang datangnya berkah Allah dalam mencari nafkah dan ditambah dengan doa Allahumma bariklana fiima ra (ya Allah berkahillah seluruh rejeki yang engkau berikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksaan api neraka).

Bersadakah dan berdoa dalam mencari nafkah merupakan wujud rasa syukur kepada Allah, sehingga mendatangkan keberkahan dari Nya. Firman Allah dalam surah ibrahim ayat 7

….. لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: …..Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.

Sementara tugas hidup yang dibebankan Allah kepada manusia adalah menghadapi dan menyelesaikan seluruh masalah yang menimpa dirinya. Terutama masalah dalam mencari dan memenuhi kebutuhan hidup atau mencari rejeki. Perlu diingat dalam mencari nafkah bukan hanya memikirkan dan mencari untung semata, tetapi juga harus memberi manfaat bagi orang banyak.

Memberi manfaat bagi semua orang tidak perlu menunggu sukses, tetapi lakukanlah kebaikan itu sesuai kemampuan dan pengetahuan mu, sebagaimana Firman Allah dalam Hadits qudsi yang artinya : “amalkan apa yang engkau ketahui niscaya akan Aku beritahu apa yang engkau tidak ketahui”.

Bagi manusia dalam mencari nafkah dengan berpedoman kepada zikir, fikir dan amal shaleh, untuk mencapai kesuksesan hidup, mendapat ridha Allah harus dilakukan dengan jujur dan cerdas, serta mengharap berkah dari Allah SWT. Keberkahan akan diperoleh mana kala manusia itu dapat bermanfaat bagi orang lain (Khairunnas anfaauhum linnas), atas keberkahan tersebut akan mengantarkan manusia menjadi sukses. Sebab sukses itu datang karena Allah menggerakan hati makhluk Nya membantu kesuksesan orang yang memberi manfaat.

Oleh sebab itu, tidak perlu bangga dengan kesuksesan yang telah dicapai, mengingat kesuksesan seseorang karena adanya campur tangan dan bantuan orang lain serta adanya takdir Allah didalamnya.

Berdasarkan tugas manusia sebagai makhluk Allah terkait persoalan mencari rejeki agar sukses dan mendapat ridha serta berkah dari Allah SWT, dilakukan melalui:

1. Jujur, terdiri dari dua:

Pertama jujur kepada Allah yang dinamakan sidiq, dalam berusaha harus mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah, mengikuti cara dan jalan memperoleh rejeki harus sesuai ketentuan Allah, termasuk memenuhi kewajiban membayar zakat apabila telah sampai nisab dan haulnya serta berinfak dan sadakah sebagai wujud bermanfaat kepada orang lain ketika memperoleh hasil

Kedua jujur terhadap manusia disebut amanah. Tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan orang lain, apakah kepercayaan tersebut berupa jabatan atau titipan barang maupun jasa. Sebab, kepercayaan ini turut mempengaruhi hasil atau pendapatan ketika mencari rejeki.

Jika rejeki dititipkan Allah melalui amanah jabatan, maka harus dilakukan secara adil, bijaksana dan akuntabel serta transparan. Kecurigaan orang lain akan mengurangi rasa percaya terhadap jabatan yang diemban. Demikian juga terhadap titipan barang maupun jasa harus sesuai ketentuan yang diamanahkan

2. Cerdas, terbagi kepada dua:

Kecerdasan pertama disebut fathanah, maksudnya faham membaca dan menyikapi situasi serta kondisi yang sedang berkembang. Fathanah bisa diartikan sebagai kecerdasan dalam berfikir atau pintar, untuk menjadi seorang pembisnis atau pengusaha yang sukses, dapat memahami dan mengerti apa yang menjadi tanggung jawabnya dan apa saja tugasnya untuk membuat usaha dapat berkembang dan mendapatkan untung serta bisa bermanfaat bagi orang lain.

Kecerdasan kedua dinamakan tabligh (menyampaikan), artinya cerdas dalam mengolah dan menyampaikan informasi, sehingga tidak terjadi simpang siur atau menjadi multi tafsir dari informasi yang disampaikan, karena itu penguasaan ilmu komunikasi sangat dibutuhkan, sebab dalam menyampaikan kebenaran harus diikuti oleh data yang benar, waktu yang tepat dan kepada orang yang tepat, bahkan pada tempat yang tepat.

Sebagaimana hadits Nabi SAW Khatibunnasi ‘ala qadri uqulihim” yang artinya “Bicaralah kamu sekalian sesuai kadar akal/pikiran mereka”, sehingga informasi yang disampaikan tesebut tepat guna dan tepat sasaran.

3. Mengharap berkah dari Allah SWT

Sebagaimana telah disinggung diawal, bahwa dalam mencari rejeki harus ada campur tangan Allah melalui orang lain. Karena itu dengan menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain, sebagaimana sabda Rasulullah SAW
خير الناس أنفعهم للناس (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain)
Maksudnya, manusia sebagai makhluk zon politikon tentu sangat tergantung satu sama lain, saling membantu, tolong menolong yang dalam kebaikan sehingga bermanfaat antara sesama, tidak terkecuali dalam urusan rejeki, dengan kata lain rejeki hamba diatas hamba

4. Berterimakasih kepada orang lain

Berterima kasih kepada orang lain dalam rangka mendapat rejeki merupakan suatu ungkapan rasa syukur kepada Allah. Sebagaimana hadits Nabi “Manlam yaskurinnas lam yaskurillah”.(Jika tidak bisa bersukur kepada manusia mana mungkin akan bisa bersyukur terhadap Allah). Dalam Hadits qudsy Allah berfirman
أنَا اللهُ لآ إِلهَ إِلاَّ أَنَا مَنْ لَمْ يَشْكُرْ عَلَى نَعْمَآئِي وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلآئِي وَلَمْ يَرْضَ بِقَضَآئِي فَلْيَتَّحِذْ رَبًّا سِوَآئِي

Artinya:Aku Allah, tiada Tuhan melainkan Aku; siapa tidak bersyukur atas nikmat-nikmat pemberian-Ku, tidak bersabar atas ujian-Ku dan ridla terhadap kepastian qadla-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku.

Intinya dalam mencari nafkah yang berkah, mencapai ridha Allah dan sukses, setiap orang harus meyakini akan mendapatkan rejeki dari Allah, lakukan dengan sidiq, amanah, fathanah, tabligh, cari berkah Allah bukan untung semata dan harus berterimakasih kepada orang lain yang telah ikut mengantarkan kesuksesan.

News Feed