oleh

Universitas Syiah Kuala  Kembangkan  Paprika Mikoriza Dan Cabai Super Melalui Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi  Dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Produk

Prof. Dr. nat. techn. Syafruddin, SP., M.P dan paprika mikoriza yang dihasilkan dengan penggunaan pupuk hayati mikoriza  


BANDA ACEH, BARANEWS |
Prof. Dr. nat. techn, Syafruddin, S.P., M.P. dan tim dari Fakultas Pertanian Universtas Syiah Kuala berhasil mengembangkan paprika mikoriza dan cabai super melalui  Program Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi 2021. Hasil paprika  mikoriza terbaik dan cabai super terbaik pada dosis 10 g/tanaman. Peningkatan hasil paprika dan cabai dengan penggunaan pupuk hayati mikoriza mencapai 50 persen.

Buah paprika yang dihasilkan luar biasa dengan menggunakan

Melalui hasil riset tersebut juga telah berhasil memperbanyak mikoriza tersebut dari jenis Glomus mosseae, Gigaspora sp dan Campuran antara keduanya dengan menggunakan media simpan zeolite. Selain itu  Prof. Syafruddin dan tim juga mendeseminasi temuannya kepada masyarakat melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk 2021  untuk peningkatan aneka sayuran semusim di era pandemi Covid 19 ini. Penggunaan pupuk hayati pada beberapa tanaman sayuran seperti selada, sawi, bayam dan cabai juga meningkatkan hasil dan menghemat penggunaan pupuk buatan serta menghasilkan produk sayuran yang ramah lingkungan.

Cabai Super yang dihasilkan dengan penggunaan pupuk haati mikoriza

Saat ini era pertanian organik terus dipacu dengan penggunaan sarana produksi tanpa bahan kimia. Salah satu alternatif tersebut adalah dengan penggunaan pupuk hayati mikoriza yang dapat membantu penyerapan unsur hara P dan unsur hara lainnya, demikian papar Prof. Syafruddin yang menggeluti penelitian selama  10 tahun terakhir tentang pupuk hayati mikoriza untuk peningkatan produktivitas komiditas andalan seperti cabai, nilam, paprika, melon dan berbagai komoditas lainya.

Hasil panen cabai super dengan penggunaan pupuk hayati mikoriza

Hal yang menarik adalah bagaimana untuk pengembangan pupuk hayati mikoriza tersebut pada berbagai tanaman target lainnya. Kedepan Prof. Syafruddin selaku Kepala Pusat Riset Pengembangan Pertanian Organik Universitas Syiah Kuala akan mengembangkan pupuk hayati mikoriza tersebut untuk tanaman tahunan seperti tin dan kurma. Hal ini tentu saja diarahkan untuk menghasilkan buah tin dan kurma organik yang sangat diminati oleh masyarakat. (RED)

News Feed