oleh

Tuduhan Dugaan DPM Melakukan Manipulasi Data IPK Ketua BEM Terpilih, Tidaklah Benar

 

BANDA ACEH, BARANEWSACEH.CO | Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Malikussaleh (DPM UNIMAL) Membantah Statmen Teuku kemal pasya selaku kepala UPT kehumasan dan eksternal Unimal terkait tuduhan dugaan KPRM dan DPM Unimal terlibat dalam manipulasi data IPK Mahasiswa,Rabu/01/09/2021.

DPM dan KPRM UNIMAL sudah menjalankan Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) Universitas Malikussaleh sesuai dengan tata tertib yang sudah disepakati bersama.

Semua paslon disaat menyerahkan berkasnya ke panitia PEMIRA sudah di verifikasi terlebih dahulu dan semua paslon memenuhi kriteria sebagai calon BEM UNIMAL tahun 2021

Terkait dugaan Teuku Kemal Fasya terhadap paslon A yang terpilih sebagai BEM UNIMAL periode 2021-2022, mengenai pemalsuan Indeks Prestasi Komulatif ( IPK ) Mahasiswa DPM dan KPRM sama sekali tidak terlibat dalam pemalsuan data tersebut, karena disaat pendaftaran paslon panitia PEMIRA sudah terpenuhi syarat administrasi sebagai paslon.

Selanjutnya Bukhari selaku ketua DPM UNIMAL menegaskan bahwa” Tidak ada yang namanya BEM UNIMAL belum legal/Ilegal, berdasarkan AD/ART Ormawa Universitas Malikussaleh Pasal 30 poin 1 PEMIRA dilaksanakan untuk memilih Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum
BEM Unimal. dan itu sudah dilakukan oleh panitia PEMIRA berdasarkan hasil pemilihan dan perolehan suara terbanyak jatuh kepada paslon A yaitu ketua Bem terpilih Arisky Rm dan Antarullah selaku Wakil ketua Bem Unimal terpilih periode 2021 – 2022.

Saya sangat menyayangkan Teuku Kemal Pasya Selaku kepala UPT Kehumasan dan Hubungan Eksternal Unimal mengeluarkan stetmen terkait dugaan DPM dan KPRM yang terlibat dalam pemalsuan data IPK mahasiswa padahal tuduhan tersebut tidaklah benar, dan saya rasa tuduhan tersebut hanya untuk mengalibi persoalan tuntutan mahasiswa yang meminta Rektor Unimal untuk mau menjumpai mahasiswa dan menjawab beberapa persoalan kampus UNIMAL saat ini.

Seharusnya jika memang Rektor UNIMAL tidak bersalah maka tidak perlu takut untuk menjumpai mahasiswa, kalau seperti ini terkesan bahwa rektor Unimal bersalah, walaupun saya sendiri tidak tau alasan yang kongkrit kenapa rektor tidak mau menjumpai mahasiswa dan bahkan susah untuk di hubungi. Ujarnya. (BK)

News Feed