oleh

Trend Baru Toke Kopi Bener Meriah Beli Kopi di Pinggir Jalan

 

Bener Meriah Baranewsaceh.co |  Musim panen kopi tahun ini sepertinya cukup membawa angin segar bagi ribuan petani kopi Bener Meriah. Bagaimana tidak harga jual kopi gelondong di tingkat petani di hargai sebesar Rp.180.000 (seratus delapan puluh ribu rupiah) perkaleng atau seberat 12 kg. Sedangkan untuk biaya ongkos petik kopi di kalangan petani berkisar antara Rp. 30.000 (tiga puluh ribu rupiah ) perkalengnya.

Jais (50) salah seorang toke kopi gelondongan yang biasanya mangkal di Totor Lah kampung Teritit kepada media ini mengatakan. Jumat (02/12/2022) “Selama musim panen kali ini, saya berhasil mengumpulkan kopi gelondong dari petani sekira 200 kaleng dalam sehari. Bahkan Ia juga pernah mendapatkan kopi gelondong hasil pengumpulan mencapai 625 kaleng. Artinya nilai transaksi jual beli kopi di tempatnya mencapai 100 juta rupiah dalam sehari. Ungkapnya.

Lanjut Jais, umumnya langganan saya adalah para pegawai negeri sipil yang memanfaatkan hari liburnya pada hari Sabtu dan Minggu untuk memetik kopi di kebun masing masing dan biasanya usai mememetik kopi mereka langsung membawa pulang dan menjualnya kepada para pedagang yang berada di pinggir jalan.

Jais juga memperjelas bahwa kopi yang dia beli umumnya berasal dari seputaran kecamatan bukit yakni dari daerah Bergendal, Bukit Lah Blang Panas Belang Tampu, Uning Teritit, Gunung dan ketipis. Sementara itu menyangkut fluktuasi harga beli, menurut Jais tergantung pasar dan kualitas kopi itu sendiri. ”

Jais juga berharap kepada petani, sebelum memetik kopi pastikan kopi yang akan di petik benar benar sudah matang dengan ciri merah penuh. Pintanya. Hal ini bertujuan agar mutu dan kualitas Kopi Gayo tetap terjaga sehingga nilai jual kopi Gayo dipasar global tetap baik. Jelasnya. Untuk memastikan keberadaan kami di pangkalan kopi Totor Lah Teritit anda bisa menghubungi kontak person kami di 085207081111

Suhada (50) salah seorang petani yang di temui media ini di Totorlah mengatakan. Kami merasa terbantu dengan adanya toke kopi yang berdagang di pinggir jalan. Karena bagi kami selesai memetik kopi di sore hari, biasanya kami langsung pulang dan membawa hasil petikan kopi Selain itu terkadang kami bawa tenaga kerja, dan butuh prosesnya pembayarannya instan. Nah dalam hal ini ia melihat sendiri proses transaksi kopi mulai dari menakar, harga jual dan berapa hasil kutipannya. sehingga tidak ada khilafiah diantara kita. Ketusnya.

Selain itu Jais juga menjelaskan bahwa ia menerima kopi dalam partai kecil maupun besar dan perlu di garis bawahi, bahwa kami tidak mendatangi petani ke kebun kopi, artinya kami tidak memiliki ikatan melekat dengan petani. kita hanya menunggu disini. alias mencoba menerapkan pasar bebas. Ketusnya.

Sebelumnya Jais juga menuturkan. Awalnya ide kreatif ini muncul karena saya merasa kasihan melihat petani terkadang kesulitan mencari pembeli di sore hari. Dalam hal ini peran kita hanya mempermudah proses transaksi jual beli. Tentu dibalik itu ada Terget dan capaian yang harus di raih. Alhamdulillah hasilnya cukup menjanjikan. Sebutnya.

Selain itu keberadaan lapak beli kopi di pinggir jalan ini, ternyata banyak menyita perhatiaan para pendatang dari luar kabupaten Bener Meriah. Sebagian dari mereka mampir dan ingin melihat sendiri bagaimana proses transaksi jual beli kopi di Bener Meriah. Kita juga mengedepankan sikap ramah dan humanis dengan menjelaskan seperlunya. Pungkasnya. (Dani)

Jangan Lewatkan