oleh

Timbulkan Polemik? Pemuda Pancasila Taliabu, Tegaskan “Tolak” RUU HIP

Juru Bicara, MPC, Pemuda Pancasila Kabupaten Pulau Taliabu, Farik Ibrahim, tegas Menolak RUU HIP.

Maluku Utara, Baranewsaceh.co – Memuncaknya isu terkait polemik RUU HIP skala nasional, kini disikapi langsung oleh Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Pulau Taliabu, dengan tegas menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila atau disingkat RUU HIP.

Dalam kajian tersebut, Juru bicara (Jubir) MPC. PP. Taliabu, Farik Ibrahim, dengan tegas menyatakan Pancasila atau Ideologi Negara sudah Final sebagai bentuk integrasi Bangsa tanpa perlu dikoreksi.

“Selama ini, Pancasila sudah terbukti menjadi alat pemersatu bangsa, sehingga tidak perlu di utak-atik lagi, dari awal berdirinya Bangsa ini Pancasila sudah menjadi dasar negara, Pancasila sebagai dasar negara tidak bisa digangu-gugat lagi,” ujar Farik selaku Jubir PP Pultab, di Sekertariat MPC PP Taliabu, Kamis,(02/07/2020).

Menurutnya, ada kontroversi pada Pasal 7 Draft RUU HIP, terkesan mengabaikan keputusan para pahlawan nasional dalam menghadiahkan Pancasila ke regenerasi.

“Polemik terkait RUU HIP, kita harus bersyukur pada para pahlawan dengan adanya tubuh bangsa yakni Pancasila, jika di-isukan untuk menjadi trisila atau ekasila, hal ini bukan lagi mengecimpungkan karakteristik Bangsa seperti ungkapan Bung Karno, namun mengecilkan ruang gerak bangsa,” terang Jubir PP Taliabu.

Diketahui, sesuai bunyi Pasal 7 Draft RUU HIP, yaitu :

(1). Ciri pokok Pancasila adalah keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat kekeluargaan yang merupakan perpaduan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan/demokrasi politik dan ekonomi dalam satu kesatuan.

(2). Ciri Pokok Pancasila berupa trisila, yaitu: sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan.

(3). Trisila sebagaimana dimaksud pada ayat (2.) terkristalisasi dalam ekasila, yaitu gotong royong.

Farik menambahkan, Trisila dan Ekasila juga pernah diusulkan Bung Karno. “Namun dalam kesepakatan bersama Pancasila disahkan dan diakui masyarakat Indonesia sampai saat ini,” kata Farik.

Berbicara suatu organisasi, para anggota diajarkan tentang taat terhadap kaidah dan aturan dasar, maka sesuai sistem, Majelis Pimpinan Nasional (MPN) dan Majelis Pimpinan Wilayah (MPW), Pemuda Pancasila tegaskan untuk menolak RUU HIP.

“Sesuai petunjuk dari Majelis Pimpinan Nasional (MPN) dan Wilayah yang menyebutkan pembahasan RUU HIP, harus ditolak untuk tidak diteruska, apalagi TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1965, hingga kini belum dicabut serta pemerintah melarang semua hal yang ber-bau bungkusan komunisme,” pungkasnya.

Sejauh pengetahuannya, Farik mangakui, yang berkeinginan untuk merubah konstruksi dan citra dari Pancasila hanyalah para Komunisme.

“Tidak ada alasan untuk merubah Pancasila, sebab jika dirubah, justru takutnya, hal ini akan berpotensi melahirkan kembali paham-paham komunisme,” jelasnya.

Untuk itu, dengan kesempatan ini, Selaku Jubir Pemuda Pancasila Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, Farik, meminta dengan tegas agar Pembahasan terkait RUU – HIP segera dicabut

“Pemerintah dan DPR-RI segera mencabut RUU HIP, akan lebih baik bila energi bangsa ini dipergunakan menyelesaikan segala permasalahan bangsa yang lebih urgen. Seperti Pandemik Covid-19, yang saat ini perlu perhatian dari semua elemen bangsa,” tegas Farik, (Juru Bicara Handal Pemuda Pancasila Kabupaten Pulau Taliabu).

(L.A.M.H.)

News Feed